SURABAYA (Suaramuslim.net) – Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersama Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) menggelar Lokakarya Penguatan Profesionalisme Guru pada 7–9 Agustus 2026, bertempat di UPT Aneka Industri dan Kerajinan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Guru Gemilang ini diikuti 50 guru dari 16 sekolah.
Lokakarya yang dihelat kali ini, memfokuskan pada penguatan profesionalisme guru. Di antara materi yang diberikan adalah motivasi belajar siswa, pemahaman karakteristik siswa, manajemen kelas, dan pembelajaran aktif.
Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi materi, diskusi, sharing, simulasi, dan praktik. Sehingga, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya saat proses mengajar para anak didik.
Ketua Pengurus YDSF H. Shakib Abdullah menjelaskan penguatan kualitas guru, khususnya di jenjang sekolah dasar, memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi.
“Program Guru Gemilang perlu terus dikuatkan dan ditingkatkan. Penguatan kualitas guru, khususnya guru SD, menjadi sangat penting karena jenjang sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam membentuk kecerdasan, keimanan, ibadah, dan akhlak anak,” tutur Shakib.

Salah satu fokus lokakarya adalah pengelolaan kelas yang berdampak pada pembentukan karakter siswa.
Peserta menyusun peraturan dan prosedur kelas yang diarahkan tidak sekadar untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai dan pembiasaan karakter positif siswa.
Peserta juga menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang aktif dan mempraktikkannya melalui simulasi pembelajaran.
Melalui proses tersebut, guru didorong menciptakan lingkungan belajar yang memberi ruang lebih besar kepada siswa untuk terlibat aktif dan berkembang sesuai potensi serta kebutuhannya.
Salah seorang peserta, Sekar Ayunink Fathimah, guru SD Al Falah Darussalam Sidoarjo, mengaku mendapat perspektif baru setelah mengikuti lokakarya.
“Saya memandang guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar agar setiap peserta didik berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya,” kata Sekar.
Namun, lanjutnya, harus diakui bila permasalahan perilaku siswa juga tidak seharusnya langsung dipandang sebagai ketidakdisiplinan. Tetapi, perlu dipahami penyebab dan kebutuhan yang melatarbelakanginya.
Dari lokakarya tersebut, peserta menghasilkan peraturan dan prosedur kelas, RPP pembelajaran aktif, serta rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Pelaksanaan tindak lanjut akan dipantau melalui Learning Management System (LMS) sehingga proses pengembangan guru tidak berhenti setelah kegiatan tatap muka.
Program Guru Gemilang sendiri dirancang tidak hanya untuk memperkuat kompetensi guru secara kognitif, tetapi juga membantu guru mengenali dan mengembangkan talentanya sebagai pendidik.
Direktur Program YDSF, Imron Wahyudi, berharap seluruh pihak terus mendukung ikhtiar perjalanan pengembangan potensi dan kompetensi para guru.
Program Guru Gemilang yang digagas YDSF dan KPI, berupaya mencetak guru-guru hebat yang cerdas, amanah, dan bertalenta tinggi. Di pundak mereka, kelak melahirkan generasi gemilang.
Pewarta: Dina
Penyunting: Muhammad Nashir

