ACT Jatim Terus Galang Kepedulian untuk Korban Tragedi Kemanusiaan Wamena
Festival Kuliner Rumah Gadang yang diadakan Gebu Minang Jawa Timur ikut berpartisipasi membantu korban tragedi Wamena.

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Tragedi kemanusiaan Wamena Papua menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk peduli dengan korban tragedi ini.

Di Jawa Timur, ACT bersama Gebu Minang Jawa Timur dalam Festival Kuliner Rumah Gadang di Rumah Gadang Minangkabau Jawa Timur di Jalan Injoko, Surabaya mengajak peserta festival untuk menyisihkan kepeduliannya pada masyarakat yang terdampak tragedi kemanusiaan di Wamena (5/10).

Ketua Gebu Minang Jatim, H. Sumarzen Marzuki, M.MT. menyatakan sebagian masyarakat Minang menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan ini.

“Kami mengajak warga Gebu Minang khususnya di Jawa Timur untuk menggalang kepedulian melalui ACT, yang telah secara konkret membantu masyarakat bukan hanya asal Sumatera Barat, tapi seluruhnya,” ujar Sumarzen.

Selain itu pada kunjungannya di beberapa masjid di Surabaya (5-6 Oktober), Ustaz Amir Faishol Fath (dai dan ahli tafsir Al Qur’an) mengimbau agar semua elemen masyarakat terus menggalang kepedulian terbaiknya atas tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara sebangsa di Wamena.

“Semua elemen harus terlibat dan memberikan sumbangsih terbaiknya untuk bangsa,” pesannya.

Baca Juga :  ACT Kirimkan Bantuan Logistik Menuju Tiga Titik Terdampak Parah Gempa Maluku

Merespons hal tersebut, Kepala Cabang ACT Jawa Timur, Wahyu Sulistianto Putro menyambut baik beberapa aksi dari komunitas dan tokoh masyarakat.

“Seluruh masyarakat terpanggil nuraninya untuk membantu saudara sebangsa, tragedi kemanusiaan ini membutuhkan banyak kepedulian masyarakat untuk bisa segera teratasi,” ujarnya.

Rencananya ACT Jatim siap memfasilitasi crisis center untuk masyarakat terdampak tragedi kemanusiaan Wamena yang dijadwalkan akan berlabuh di pelabuhan Tanjung Perak pertengahan Oktober mendatang.

“Insya Allah kami siap melayani dan menjadi pelipur lara bagi saudara-saudara kita dari Wamena,” pungkas Wahyu.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.