Home Insight Edukasi Air Hujan itu Berkah, Bukan Penyebab Duka Lara

Air Hujan itu Berkah, Bukan Penyebab Duka Lara

0
Air Hujan itu Berkah, Bukan Penyebab Duka Lara
Ilustrasi Hujan. (Ils: Ana Fantofani/Siswi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya)

Suaramuslim.net – Musim hujan seringkali menyebabkan manusia malas melakukan aktivitas. Alasannya karena hujan menyebabkan banjir, jalanan macet, dan tidak bisa pergi kemana-mana. Sebagian orang berusaha menghindar dari tetesan air hujan karena takut diserang penyakit flu, demam, masuk angin, dan diare. Tidak jarang para orang tua juga melarang anak-anaknya untuk hujan-hujanan. Entah bagaimana manusia memiliki anggapan keliru tentang hujan. Mungkin salah satu pemicunya adalah iklan obat yang selalu dikaitkan dengan musim hujan.

Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Quran menyebut air hujan itu berkah. Ini termaktub dalam beberapa surat, diantaranya surah Qaf: 9, As-Syura: 28, surah Al Anfal ayat 11. Air hujan adalah sumber kehidupan bukan saja bagi manusia, tapi juga hewan, tumbuhan, dan bangsa jin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya terdahulu begitu antusias dengan turunnya hujan.

Dikisahkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya).

Keberkahan air hujan rupanya bisa dibuktikan secara ilmiah. Di beberapa wilayah di Indonesia telah memanfaatkan hujan sebagai sumber air bersih yang layak dikonsumsi. Terbentuknya air hujan dari bermacam jenis air yang ada di bumi ini mengalami proses penyaringan dan sterilisasi alami terbaik. “Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.” ( QS Surat Al-Furqan (25): 48)

Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hujan turun adalah membaca doa ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. Kemudian hendaknya umat Muslim merasakan langsung keberkahan dengan membiarkan seluruh badannya terkena air hujan. Sunnah lain yang dilakukan saat turun hujan adalah perbanyak berdoa. Salah satu waktu mujarab bagi umat muslim untuk berdoa adalah ketika turun hujan.

Keberkahan air hujan ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengobati manusia yang terkena gangguan sihir. Metode pengobatan ruqyah dengan air hujan ini salah satunya merujuk pada firman Allah surat Al Anfal ayat 11 yang artinya:

“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)”.

Penggunaan air hujan untuk ruqyah harus menggunakan air hujan yang ditadahi langsung dari langit, bukan diambil dari cucuran genteng. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas air, sehingga tidak tercampur dengan zat lain yang malah berdampak buruk bagi manusia. Mengenai benar tidaknya air hujan sebagai obat dengan cara meminumnya, ada perbedaan pandangan.

Merujuk pada fatwa Islam yang dilansir di laman konsultasisyariah, dikatakan bahwa orang yang hujan-hujanan atau mandi hujan atau meminumnya dalam rangka mencari berkah, hukumnya boleh dan tidak berdosa. Hanya saja, selayaknya tidak meyakini air ini sebagai obat, kecuali berdasarkan bukti. Meskipun keberkahan air hujan bisa jadi bermanfaat untuk pengobatan. Akan tetapi, kita tidak menegaskan adanya unsur obat, selama tidak ada dalil yang secara khusus menyebutkan hal ini. Dan tidak selayaknya menegaskan hal itu kepada masyarakat.

Sementara pandangan lain yang menjadikan hujan sebagai obat mengacu pada Kitab An Nawadir halaman 194 karya Syekh Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyuby. Isi kitab itu menjelaskan hadits dari Malaikat Jibril kepada Rasulullah tentang air hujan sebagai obat super ampuh. Di hadapan para sahabatnya, Nabi bersabda, “Di ajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril tentang satu obat yang tidak memerlukan kepada obat yang lain dan tidak pula membutuhkan kepada para dokter. Kemudian para sahabat bertanya, “Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami sangat membutuhkan obat itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Ambillah secukupnya dari air hujan, lalu bacakanlah surat Al-fatihah, surat Al-ikhlas, surat Al-falaq, surat An-nas dan Ayat Al-Kursi. Setiapnya (masing-masing) dibaca 70 kali, Dan diminum pada pagi dan petang selama tujuh hari. Demi Dzat yang mengutuskanku dengan yang benar sebagai seorang nabi.”

Rasulullah berkata bahwa sesungguhnya malaikat jibril telah menyatakan, “Barang siapa yang meminum air ini niscaya Allah akan menghilangkan semua penyakit yang ada dalam tubuhnya dan menyembuhkan dari segala penyakit yang ada. Dan barangsiapa yang memberi air itu untuk istrinya dan tidur bersama istrinya niscaya istrinya akan hamil dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala”. Kitab tersebut juga menerangkan bahwa air hujan bisa menyembuhkan sakit mata, sihir, menghilangkan dahak, sakit dada, gigi, pencernaan, sembelit, dan kencing yang tidak teratur. Allahu alam

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.