Nadjib Hamid saat menjadi salah satu narasumber dalam agenda Oase Bangsa yang diselenggarakan Radio Suara Muslim Network pada 20 Febuari 2019 di Kunokini Cafe Surabaya, foto: Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Aksi #SurabayaMenggugat yang akan dilakukan pada Kamis 26 September 2019 dengan tuntutan, di antaranya; tolak RUU KPK, tolak RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, sahkan RUU P-KS, permasalahan kebakaran hutan, penindasan Papua, demokrasi dikebiri, dan dwifungsi aparat ditanggapi oleh PW Muhammadiyah Jatim.

Muhammadiyah Jatim menilai bagus apabila yang diperjuangkan adalah politik nilai.

“Bagus, sepanjang yang diperjuangkan adalah politik nilai, politik untuk kemaslahatan umat,” ujar Nadjib Hamid, selaku Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur saat dihubungi Suaramuslim.net, Selasa (24/9).

Nadjib, sapaan akrabnya, yang juga menjadi lokomotif gerakan Muhammadiyah di Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak perlu terlalu diatur karena mereka sudah mengetahui apa yang sebaiknya mereka akan lakukan.

“Mahasiswa tidak bisa disuruh, dan tidak bisa diatur. Mereka tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya.

Namun, Nadjib mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang akan aksi agar tertib dan tidak melakukan hal yang anarkis.

“Harus tertib dan tidak anarkis,” pungkasnya.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Baca Juga :  Muhammadiyah Minta Presiden Tarik Draf RKUHP

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.