Al Aqsha Ricuh, Berbagai Negara Muslim Kecam Israel

Al Aqsha Ricuh, Berbagai Negara Muslim Kecam Israel

Al Aqsha Ricuh, Berbagai Negara Muslim Kecam Israel

Suaramuslim.net – Israel kembali berulah. Baru-baru ini polisi Israel menutup masjid Al-Aqsha. Tak hanya itu, mereka juga menerapan sistem keamanan baru berupa pemasangan logam detektor, dan pemeriksaan superketat pada pintu masjid Al-Aqhsa. Hal itu, memunculkan protes keras baik dari Palestina maupun dari negara-negara lain.

Aksi protes yang ditunjukkan melalui unjuk rasa seperti dilansir dari aljazeera.com yang dimulai setelah sholat Jum’at, (20/7) pun rusuh, menyebabkan 140 warga Palestina terluka di Yerusalem Timur. Sekitar 78 para peserta aksi bela Al-Aqsha juga mengalami serangan berbagai bom dari pasukan Israel. Tak hanya itu, sejumlah tokoh Palestina juga di angkap oleh aparat keamaanan Israel.  Sebelumnya, Selasa (18/7), Imam Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ikrima Sabri dikabarkan ditembak oleh tentara Israel seusai sholat Isya.

Penutupan Masjid Al-Aqsha dianggap telah mengganggu status quo dan kondisi netral yang sudah dibangun susah payah di kawasan tersebut. “Masjid al-Aqsa dan Yerusalem adalah garis merah. Sesungguhnya mereka adalah garis merah,” tegas Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas dalam demonstrasi tersebut.

Umat Muslim Dunia, Lakukan Aksi Solidaritas pada Al-Aqsha

Konflik pertumpahan darah atas penutupan Al-Aqsha tak hanya menuai protes dan kecaman dari masyarakat muslim Palestina saja. Berbagai negara dengan latar belakang muslim pun ikut serta dalam menunjukkan solidaritasnya pada Al-Aqsha.

Dilansir dari cnnindonesia.com, kelompok ultranasionalis Turki menggelar aksi di luar salah satu sinagog utama di Istanbul untuk mengecam pembatasan akses ke Masjid Al Aqsha oleh Israel pada (21/07)

Berdasarkan laporan media Turki, sejumlah demonstran menendang pintu dan gerbang sinagog selama aksi protes berlangsung. “Jika Anda mencegah kebebasan beribadah di sana (Al Aqsha) maka kami akan membatasi kebebasan beribadah kalian disini,” kecam Kursat Mican selaku ketua kelompok tersebut.

Atmosfer kemarahan dan kekesalan tak hanya terjadi di Turki saja, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pun turun tangan dalam hal ini. Ia meminta Raja Yordania, Abdullah II turun tangan untuk  menyelesaikan kisruh. “Hal itu tidak sesuai dengan hak umat muslim untuk melakukan ibadah,”  tandas Kemlu RI.

Kemarahan pun terasa di Malaysia, Perdana Menteri Malaysia pun turut mengutuk tindakan penutupan masjid Al Aqsha. “Malaysia mengutuk sekeras-kerasnya tindakan Israel menutup Al Aqsha dan menafikkan hak umat Islam menunaikan shalat jumat,”  ucap Mohd Najib Tun Razak pada akun twitternya @NajibRazak.

Begitu besar atmosfer kemarahan dari bangsa-bangsa muslim atas penutupan Al Aqsha. Mengingat sebuah ungkapan bahwa, umat Islam adalah satu tubuh, jika salah satu merasa terluka, maka bagian yang lainnya pun akan merasa terluka. Sama halnya dengan luka Al Aqsha di Palestina. (muf/smn)

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment