Testimoni Para Pembaca Surah Al Baqarah
Ilustrasi seseorang membaca Al Quran

Suaramuslim.net – Al Quran benar-benar menjamin membawa perubahan besar dan mengagungkan siapapun yang dekat dengannya. Perubahan besar itu berupa kenikmatan atau anugerah di luar nalar manusia dan tak pernah dipikirkan sebelumnya. Ketika Al Quran diturunkan di bulan Ramadhan, maka bulan Ramadhan dimuliakan manusia dan banyak manusia yang memuliakannya.

Demikian pula ketika Al Quran diturunkan di hari jumat, maka membuat hari jumat menjadi hari yang diagungkan, hingga banyak yang menyebutnya sebagai sayyidul ayyam.

Al Quran diturunkan di Makkah dan Madinah, maka dua kota itu menjadi agung dan bercahaya, dan semua kaum muslimin mengagungkan dua kota ini. Sementara Jibril dijuluki sebagai penghulu para malaikat, karena dia bertugas mengawal turunnya Al Quran kepada Nabi Muhammad. Dan fakta sejarah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad terpilih sebagai manusia terbaik karena menerima risalah Al Quran dan menyebarkannya kepada manusia.

Al Quran dan Keberkahan Bangsa Arab

Sebelum kedatangan Islam, sejarah mencatat bahwa bangsa Arab dikenal sebagai bangsa yang terhina di mata bangsa Romawi. Romawi dikenal sebagai bangsa besar dan menjadi tempat singgah bagi bangsa Arab untuk meminta jatah bilamana di masa-masa sulit. Bangsa Romawi menyadari hal itu dan senantiasa memberi jatah, baik uang, makanan atau pakaian, ketika anggota masyarakat Arab datang.

Situasi ini berubah setelah diutusnya Nabi Muhammad yang datang membawa risalah Islam. Al Quran yang dibawa Nabi benar-benar membawa perubahan. Dua tahun setelah meninggalnya Nabi, perubahan bangsa Arab itu mulai terlihat. Dalam kepemimpinan Abu Bakar, terjadi perubahan besar setelah ada pencanangan penyebaran Islam. Di era kepemimpinan Umar bin Khaththab, setahun setelah meninggalnya Abu Bakar, perubahan itu berupa runtuhnya dua kekuatan besar (Romawi dan Persia).

Baca Juga :  Hubungan Iman dengan Sunnatullah

Sebelum runtuhnya Rowawi, salah seorang pasukan Islam mendatangi panglima Romawi. Saat itu panglima Romawi mengira bahwa yang datang itu meminta jatah, sebagaimana tradisi sebelumnya. Betapa kagetnya panglima Romawi ketika kedatangan orang Arab ini mengajak masuk ke dalam agama Islam atau perang bila menolaknya.

Gagah beraninya orang Arab ini tidak lain karena spirit Al Quran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Kalau sebelum tersentuh Al Quran berhasil mengubah dirinya keluar dari bangsa yang hina, tetapi berani untuk berdiri tegak dalam mewujudkan keadilan di mana pun mereka berada.

Hal ini sebagaimana janji Al Quran yang akan memberi kekuasaan kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih ketika menegakkan agama ini. Allah menuturkan sejarah keberhasilan itu sebagaimana firman-Nya:

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An-Nur : 55)

Baca Juga :  Sudahkah Anda Menjadi Muslim Kaffah?

Al Quran benar-benar mengubah kehidupan bangsa Arab ketika meluluhkan hatinya bersama Al Quran. Dengan Al Quran ini maka bangsa Arab bukan hanya berdiri tegak sebagai bangsa yang agung, tetapi berubah menjadi bangsa besar yang menguasai dunia. Dengan menerapkan nilai-nilai Al Quran maka bangsa Arab menjadi penguasa dunia.

Kalau sebelumnya bangsa Arab dihinakan, karena banyaknya berhala yang dijadikan sandaran kehidupan mereka. Hal ini berubah secara drastis ketika mereka  memegang teguh Al Quran dan membuang berhala-berhala itu.

Al Quran memotret keberhasilan itu dan mengabadikan sebagai bangsa atau komunitas yang diridai. Dengan adanya prestasi besar itu, membuat dunia melirik kota Makkah dan Madinah. Dua kota itu bersinar terang dan menjadi contoh sekaligus rujukan bangsa yang agung.

Al Quran dan Generasi Bercahaya

Realitas sosial saat ini bisa dilihat bahwa generasi muda dan anak-anak yang dekat dengan Al Quran dan sibuk menghafalkan dan memperdalam isi Al Quran juga tidak lepas memperoleh cahaya. Para penghafal Al Quran memperoleh berkah.

Baca Juga :  Begini Sejarah Pengumpulan Al Quran

Allah membuka mata hati para elite negara dan pemerintahan serta tokoh masyarakat dengan memberi penghargaan kepada para penghafal Al Quran. Tidak sedikit yang diberangkatkan ke Haramain, untuk haji dan umrah secara gratis. Dan banyak perguruan tinggi yang menerima mereka secara gratis untuk membiayai studi mereka hingga akhir masa studi.

Bahkan tidak sedikit munculnya generasi muda yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik yang membanggakan bangsa dan negara karena mendekatkan hatinya kepada Al Quran. Di sini Allah menunjukkan bahwa Al Quran benar-benar memberi sinar dan cahaya bagi mereka dengan memberi jaminan hidup mapan di dunia dan dipandang mulia oleh manusia kebanyakan.

Kalau era sebelum tahun 2000-an, orang belajar Al Quran dipandang sebelah mata dan diremehkan, maka saat ini para penghafal terus dicari dan dirindukan untuk memakmurkan masjid, dibanggakan kemuliaan akhlaknya, serta dijadikan simbol manusia yang berkualitas. Al Quran benar-benar menyinari dan mengeluarkan cahaya bagi mereka yang dekat dan mengiringi hidupnya bersama nilai-nilai Al Quran.

Kehadiran para penghafal dan penjaga nilai-nilai Al Quran benar-benar memberi harapan kepada masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini sekaligus salah satu cara untuk memperbaiki moral bagi generasi-generasi muda yang saat ini mengalami kerusakan moral.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.