Al Quran Sebagai Penyelamat Ajaran Allah

Suaramusim.net – Al Quran dalam bahasa Arab, berarti bacaan. Kitab suci yang berisi ajaran Allah subhanahu wa ta’ala, petunjuk hidup semua manusia, penjelas dan pembeda antara ajaran yang haq dan ajaran batil (QS. Al Baqarah: 185).

Kitab yang isinya tiada keraguan (ilmiah dan mutlak benar) sebagai petunjuk hidup bagi muttaqin (orang-orang yang beriman). Yaitu orang-orang yang beriman (bersikap dan berpandangan hidup) dengan adanya yang ghaib (Allah subhanahu wa ta’ala, malaikat, surga, neraka dll), menegakkan shalat (sebagai pembinaan iman), dan menginfaqkan sebagian harta bendanya (sebagai model ekonomi Islami).

Dan orang-orang yang beriman (berpandangan dan bersikap hidup) dengan ajaran yang diturunkan kepadamu Muhammad (Al Quran) dan ajaran hidup yang diturunkan sebelum kamu Muhammad (Zabur, Taurat, Injil dll), dan berorientasi pada kehidupan hari akhirat (berbangkit). (QS. Al Baqarah; 2-5)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاِنْ کُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَآءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Dan jika kamu meragukan (Al Quran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah subhanahu wa ta’ala jika kamu orang-orang yang benar”. (QS. Al Baqarah: 23)

Allah swt. berfirman:

Baca Juga :  Ketika Manusia Mengandalkan Akal

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ

“Dia menurunkan Kitab (Al Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil”, (QS. Ali ‘Imran: 3).

Allah swt. berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا

Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an)”. (QS. An-Nisa: 174)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلاً ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 115)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (QS. At Taubah: 33).

Al Quran adalah kumpulan ajaran/ilmu tentang hidup dan kehidupan yang menyangkut semua aspek. Oleh karena itu Al Quran wajib dibaca (dipelajari), dan tidak cukup jika hanya dikhatamkan saja. Sebagaimana ayat yang pertama turun, yakni QS. Al ‘Alaq.

Baca Juga :  Ilmu Alam, Ilmu Sosial adalah Sebagian Kecil Ilmu-Nya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, (semesta alam)”. (Q.S. Al-‘Alaq: 1).

Menapa kita harus belajar (memahami) ilmu/ajaran Allah, bukan ilmu/ajarannya pakar-pakar Yunani (Aristoteles, Plato, Yahudi, Nasrani, nenek moyang)? Karena semua ilmu/ajaran para pakar tersebut tidak ilmiah menurut Allah subhanahu wa ta’ala. Baca ayat-ayat berikut:

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Dia (Allah subhanahu wa ta’ala ) telah menciptakan manusia dari segumpal darah”. (QS. Al ‘Alaq: 2)

Bayangkan bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala punya ilmu tentang penciptaan manusia. Apakah semua profesor ahli biologi di dunia ini bisa menandingi ilmu Allah subhanahu wa ta’ala tersebut? Kenapa ilmu-ilmu profesor tentang hidup dan kehidupan masih kamu sembah dan kamu ikuti?

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ

“Bacalah, dan Tuhanmulah (ilmu dan ajaran Nya) Yang Maha Mulia”. (QS. Al’Alaq: 3)

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

“Yang mengajar (manusia) dengan pena.” (QS. Al ‘Alaq: 4)

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Dia (Allah subhanahu wa ta’ala ) mengajarkan (segala cabang ilmu) manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 5)

Implikasi Ayat-ayat Tersebut

  1. Yang punya ilmu ilmiah itu adalah Allah subhanahu wa ta’ala . Sunnatullah segala aspek (cabang) ilmu sudah tertata rapi dalam genggaman Allah subhanahu wa ta’ala . Manusia hanya melakukan pencarian (mencari kembali) sunnatullah yang sudah dirumuskan Allah subhanahu wa ta’ala . Hasil pencarian bisa benar bisa salah karena keterbatasan kemampuan manusia mengolah dan menganalisis data.
  2. Ilmu Allah subhanahu wa ta’ala sebagai subyek dan ilmu manusia sebagai obyek. Semua hasil temuan sains dan teknologi harus diklarifikasi dan divalidasi dengan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala . Dengan kata lain Al Quran adalah subyek Ilmu pengetahuan sedangkan sains dan teknologi adalah obyek ilmu yang harus mengacu pada Al Quran (Sunnatullah dan Sunnah Rasul).
Baca Juga :  Mereka yang Mengkhatamkan Al Quran di Bulan Ramadhan

Penulis: Dr. H. Miftahul Huda*
Editor Muhammad Nashir

*Pengasuh Kajian Iman Menurut Al Quran Surabaya
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here