Jangan Pisahkan Ibadah dan Akhlak

Suaramuslim.net – Penyelewengan ajaran Allah (sunnatullah) di mulai dari penyelewengan Yahudi bermain dua muka. Melahirkan ajaran Naturalisme (Liberalisme dan Komunisme) dan Idealisme.

Menyusun Old dan New Testament yang akhirnya jadi doktrin Kristianisme dan menguasai alam fikiran Arab. Inilah produk ajaran batil yang memporak porandakan kehidupan dunia global saat ini. (QS. Al Baqarah; 79)

Perhatikan QS. Al Baqarah ayat 165 berikut, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ

“Dan di antara manusia (di dunia ini) ada orang yang menyembah tuhan selain Allah (Naturalisme dan Idealisme) sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman (berpandangan dan bersikap hidup bil haq) sangat besar cintanya kepada Allah (Al Quran dan Sunnah Rasul). Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan (hidup) itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Inilah sebagian besar pokok-pokok ajaran Allah yang diwahyukan melalui malaikat, disampaikan kepada para Rasul dibukukan dalam Kitab Suci (Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran).

  1. Jangan syirik (musyrik), menduakan Tuhan Allah yang Esa (dalam arti sempit). Dalam arti luas menduakan ajaran Allah untuk kehidupan sehari-hari dalam segala aspek (Q.S. Ali Imran: 67, 95; An-Nisa: 48). Musyrik dosa besar; pendukungnya Yahudi, Nasrani, ajaran nenek moyang dll.
  2. Jangan minum dan makan yang memabukkan (narkoba) karena mudharatnya sangat besar dibandingkan manfaatnya (Q.S. Al Baqarah: 219, Al Maidah: 90-91).
  3. Jangan berjudi, bikin manusia jadi pemalas, melawan tujuan hidup manusia yang hakiki dan bikin kerugian serta kerusakan tatanan ekonomi (Q.S. Al Maidah: 90-91, Al Baqarah: 219).
  4. Jangan lacur (berzina) karena merupakan perbuatan keji dan kotor dan sejelek-jeleknya ajaran hidup (Q.S. Al-Israa: 32, Al Furqan: 68-69).
  5. Jangan mencuri dengan cara-cara halus maupun cara-cara kasar. Contoh ngentit, korupsi, Kolonialisme dll (Q.S. Al Maidah: 38-39). Mencuri merugikan orang, negara dan bangsa.
  6. Jangan membunuh, ini menimbulkan permusuhan bagi keluarga atau kelompok yang dibunuh. Termasuk dosa besar (Q.S. Al Maidah: 32, An Nisa: 93).
  7. Jangan menipu karena merupakan perbuatan keji dan dosa besar. Penipu termasuk munafik. (Q.S. Ali Imran: 54, An Nisa: 142).
  8. Jangan berbohong termasuk sumpah palsu. Pembohong termasuk munafik dan dosa besar (Q.S. Al Isra: 36).
  9. Menghormati kedua orang tua. Berani melawan kepada kedua orang tua adalah dosa besar. (Q.S. Al An’am: 151, Al Isra: 23-24, Al Ankabut: 8).
  10. Menghormati sesama manusia, kunci perdamaian dunia adalah hormat menghormati sesama manusia dan itu hanya ada dalam ajaran Allah (Q.S. Al Hujurat: 11-12)
Kesimpulan

1) Ada 10 komando terdiri dari 8 larangan (karena bersifat dan berdampak negatif terhadap kehidupan global) dan 2 perintah (bersifat positif terhadap kehidupan global) dari ajaran Allah yang merupakan pokok-pokok pondasi perdamaian global. Pokok-pokok ajaran tersebut telah disampaikan kepada Rasul Muhammad waktu di Mekkah sebagai respon Al Quran terhadap kerusakan peradaban dunia pada abad itu.

2). Abad 20 sekarang adalah sejarah perulangan abad 7 M. Hanya Al Quran yang bisa mendamaikan abad global ini. Oleh karena itu studi prioritas dalam menghadapi era global ini adalah back to Al Qur’an (kembali ke ajaran Al Qur’an).

Penulis: Dr. H. Miftahul Huda*
Editor: Muhammad Nashir

*Pengasuh Kajian Iman Menurut Alquran Surabaya

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.