NEWYORK (Suaramuslim.net) – Amerika Serikat telah memasukkan daftar hitam ke 28 perusahaan asal Tiongkok karena dugaan keterlibatan mereka dalam pelanggaran terhadap etnis Uighur di provinsi Xinjiang.
Seperti yang dilansir BBC, organisasi-organisasi itu sekarang masuk dalam daftar entitas dan melarang mereka membeli produk dari perusahaan AS tanpa persetujuan dari Washington.
28 target termasuk lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi yang berspesialisasi dalam peralatan pengawasan.
Sementara itu pemerintah Tiongkok bereaksi marah, menolak tuduhan AS sebagai tidak berdasar.
“Tidak ada yang disebut masalah HAM seperti yang diklaim oleh Amerika Serikat,” kata juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang.
“Tuduhan ini tidak lebih dari alasan bagi Amerika Serikat untuk dengan sengaja mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.” Tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya AS menempatkan perusahaan Tiongkok di bawah larangan perdagangan.
Pengajuan Departemen Perdagangan mengatakan organisasi “terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran.”
Kelompok-kelompok HAM mengatakan Beijing sangat menganiaya warga Uighur yang sebagian besar Muslim di kamp-kamp penahanan. Tiongkok menyebutnya sebagai “pusat pelatihan kejuruan” ini untuk memerangi ekstremisme.
Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir