Bagaimana Seharusnya Peran Pemuda?

750

Suaramuslim.net – Kemerdekaan RI, tak lepas dari peran pemudanya. Setiap zaman, peran pemuda sangat dinantikan, baik dulu, sekarang dan masa depan. Bagaimana seharusnya bemuda berperan? Simak ulasan berikut ini.

Terkait dengan pemuda, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan,

“Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka.Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongaku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku. Lalu Nabi membaca ayat Tuhan yang berbunyi: “Maka sudah terlalu lama waktu (hidup) yang mereka lewati, sehingga hati mereka menjadi beku dan kasar”.

Seorang ahli hikmah menuturkan bahwa siapa saja yang pada saat mudanya punya orientasi, akhlak, kepribadian, karakter tertentu, maka rambutnya akan memutih dalam kondisi ia memiliki karakter yang telah diperjuangkan itu (man syabba syaaba ‘alaihi).

Imam Syafii mengatakan, “Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya.Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).”

Baca Juga :  Para Pemuda Harus Mengetahui Makna Sumpah Pemuda Ini

Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan mengingatkan khusus dalam firmanNya di surat An Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Lemah iman, lemah ilmu, lemah akhlak, dan lemah ekonomi.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Dalam orasinya, Bung Karno membanggakan pemuda, “Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!” Orasi Bung Karno itu hingga kini masih terasa ampuh dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme para pemuda Indonesia. Dari kutipan sederhana orasi Bung Karno tersebut tersirat pesan bahwa para pemuda memegang peranan penting dalam setiap denyut kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Berbicara tentang pemuda Indonesia akan membawa ingatan bangsa ini kembali pada peristiwa Sumpah Pemuda. Melalui peristiwa Sumpah Pemuda para pemuda Indonesia yang kala itu masih bersifat kedaerahan berhasil dipersatukan dalam berbagai wadah organisasi maupun gerakan kepemudaan yang bersifat kebangsaan.

Baca Juga :  Lebih Dekat, Mengenal Sosok Bung Karno dan Bung Hatta

Tidak main-main, persatuan para pemuda Indonesia kala itu yang dijiwai dengan tekad semangat nasionalisme dan patriotisme, berhasil menyatukan perjuangan rakyat Indonesia dari berbagai wilayah. Hingga pada akhirnya mampu mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan.

Pemuda Indonesia Masa Kini

Kini setelah Indonesia merdeka, banyak cara yang ditempuh para pemuda Indonesia dalam memaknai serta mengamalkan Sumpah Pemuda dan memaknai kemerdekaan. Mengamalkan sumpah pemuda dan semangat kemerdekaan saat ini, sudah tidak perlu menggunakan bambu runcing dan pertumpahan darah. Misal, dengan berbagai torehan prestasi yang diperoleh dalam ajang kompetisi nasional maupun internasional. Banyak pula yang berkarya dengan berinovasi dalam bidang teknologi dan pangan (kuliner).

Tidak jarang pula pemuda Indonesia yang kini berjaya dalam dunia wirausaha. Mereka tidak saja menuntut perubahan dengan hanya sekedar “berkoar-koar”, namun mereka juga menyumbangkan solusi dan tindakan nyata bagi perubahan bangsa dan negaranya menuju lebih baik.

Meski sebagian pemuda lain menunjukkan dedikasi terbaiknya pada bangsa Indonesia, di sisi lain, terdapat keadaan yang amat memprihatinkan di sebagian pemuda Indonesia masa kini. Misal, pada pemuda yang mengalami krisis identitas diri dan krisis kebangsaan. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai aksi atau tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sebagian pemuda kita yang sedang mengalami disorientasi tersebut. Mulai dari merebaknya gaya hidup sekuler, hedonis, hingga bahkan sejumlah aksi anarkis di dalam pergaulan kehidupan pemuda Indonesia akhir-akhir ini.

Baca Juga :  Pemuda, Sikap Radikal, dan Indonesia Jaya

Seiring perkembangan zaman, kini sebagian pemuda pun telah dihinggapi sikap apatis, hingga cenderung cuek terhadap masalah yang menimpa bangsanya. Ini tentu menjadi PR bersama, siapapun kita.

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin pun turut berargumen mengenai pemuda saat ini, ia menggambarkan keadaan pemuda pada zaman dulu. “Pada waktu itu pemuda tidak memiliki banyak dana (uang). Bahkan, mereka berada di bawah ancaman Belanda. Tetapi, mereka bisa berkumpul di Jakarta dan melahirkan Sumpah Pemuda,” ujarnya pada republika.co.id. Kemudian, ia menambahkan “Pemuda saat ini jangan mau kalah dengan pemuda zaman dulu,” tegasnya

Mahyudin berharap, pemuda zaman sekarang tidak terbuai budaya dari luar dan harus merebut ilmu pengetahuan dan teknologi. (muf/smn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here