Bawaslu Riau Akui Tingkat Partisipasi Difabel di Pemilu 2019 Belum Tembus 60 Persen
ivisi Hukum dan Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Amiruddin Sijaya mengakui, dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres) tahun ini kaum difabel belum menembus angka 60 persen. (Foto: Ilustrasi/ppdi.or.id)

PEKANBARU (Suaramuslim.net) – Divisi Hukum dan Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Amiruddin Sijaya mengakui, dalam pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres) tahun ini kaum difabel belum menembus angka 60 persen.

Kendati demikian, tingkat partisipasi pemilu meningkat hingga 86 persen. Tetapi peningkatan partisipasi pemilih tersebut tidak lepas dari keterlibatan media.

“Tingginya partisipasi pemilu berkat kerja sama semua pihak mendukung kinerja Bawaslu terutama media,” kata Amiruddin Sijaya, saat membuka Bimbingan Teknis Peliputan dan Penulisan Berita bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/kota se-Riau, Rabu (6/11) bertempat di Grand Central Pekanbaru.

Peserta Bimtek, staf bawaslu Riau, staf bawaslu kabupaten/kota se-Riau, wartawan meda elektronik dan cetak.

Selain itu, panitia mengundang narasumber dari Bawaslu Republik Indonesia, Ketua PWI Riau Zulmansyah, Akademisi Syafriadi dan ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan.

“Pada Pilpres dan Pemilu 2019 tingkat partisipasi secara umum cukup tinggi, terima kasih kepada semua pihak,” kata Amiruddin.

Amiruddin mengakui, khusus partisipasi pemilih difabel masih rendah. Sebab itu, pihak Bawaslu dan perlu didukung media untuk meningkatkan sosialisasi untuk pemilih kaum difabel dalam menyukseskan pilkada 9 daerah di Riau tahun 2020.

Baca Juga :  Bawaslu: Video Viral Surat Suara Tercoblos di Malaysia Benar, Bukan Hoaks

Amiruddin menambahkan, bimtek ini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan staf bawaslu dalam menyampaikan informasi yang layak disampaikan ke publik sesuai tugas bawaslu.

Amirudin menyebutkan, pers atau media salah satu kelompok strategis dalam menyukseskan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun pemilihan umum. Strategis media dalam menyukseskan pilkada melalui publikasi yang sampai ke seluruh elemen masyarakat.

“Bawaslu terbatas menembus seluruh elemen masyarakat dalam menyosialisasikan aturan pilkada maupun pemilihan umum. Maka melalui media dan pers informasi bisa sampai ke pelosok,” ujar Amiruddin.

Amiruddin menuturkan, masyarakat perlu mengetahui berita dan fakta sebenarnya melalui media.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.