Begini Cara Menyusun Iklan Produk yang Baik dan Menarik

Suaramuslim.net – Iklan tak bisa lepas dari bisnis. Dengan iklan, produk-produk bisnis yang ditawarkan akan lebih mudah menjangkau khalayak. Tapi perlu diperhatikan, iklan yang baik dan menarik bukanlah yang menghasut. Mari simak ulasan berikut untuk membuat iklan yang baik dan benar.

Iklan menurut Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk, disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian maupun seluruh masyarakat.

Kemudian, menurut Ilmu Komunikasi Pemasaran untuk membuat iklan yang baik dan menarik dapat digunakan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Konsep AIDA pertama kali dikenalkan oleh pengusaha asal Amerika, E. St. Elmo Lewis pada tahun 1898. Ini dilakukannya untuk mengoptimalisasi penjualan dalam bisnisnya. Secara khusus, konsep yang dikenalkannya ini menitikberatkan pada interaksi antara penjual dan pembeli.

Di sisi lain, kadang ditemui beberapa iklan yang menyudutkan pihak lain. Iklan yang seperti ini bukanlah iklan yang baik. Seorang muslim harus paham betul bagaimana cara berbisnis dengan membuat iklan yang baik. Karena, menyudutkan dengan menjelek-jelekkan ataupun merendahkan pihak lain dilarang oleh Allah.

Sepert dalam Al Quran surat Al Hujurat: 11 disebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan laki-laki merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik darinya. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”

Karenanya, menjelek-jelekkan ataupun merendahkan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan.

Untuk membuat iklan yang baik, dapat dilakukan dengan konsep AIDA. Berikut adalah paparan singkat AIDA yang dijelaskan oleh Yohanes G. Pauly seorang praktisi bisnis sekaligus trainer bisnis dari Gratyo, World’s Leading Practical Business Coaching :

  1. Attention

Sebuah pesan atau iklan harus dibungkus dengan menarik dan dapat menimbulkan perhatian. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan tulisan atau gambar yang menonjol. Kebanyakan orang dalam membaca suatu teks akan menggunakan teknik skimming.

Karena itu, diperlukan hal khusus untuk menarik perhatian khalayak. Hal ini bisa dilakukan dengan mempercantik headline dari iklan yang akan dibuat. Dari hal tersebut, beberapa khalayak akan merasa cocok dengan iklan yang dibuat karena hal ini sangat relevan dengan masalah yang mereka hadapi.

  1. Interest

Membuat suatu ketertarikan pada suatu iklan berarti membuat konsumen memiliki rasa ingin tahu terhadap produk yang diiklankan. Ingin mengamati bahkan ingin mendengar lebih seksama. Hal ini berarti iklan yang telah disampaikan memberi ketertarikan kepada konsumen.

Untuk melakukan hal yang demikian harus dipahami bahwa paragraf awal pada iklan atau tulisan yang dibuat dapat menguatkan daya tarik khalayak. Paragraf awal ini juga harus relevan dengan headline. Dari sinilah khalayak akan membaca dan menikmati proses ajakan yang dibuat paragraf demi paragraf.

Itulah yang disebut fase interest, dimana khalayak akan terus mencari tahu apa yang dimaksud dari iklan yang dibuat.

  1. Desire

Sebuah pemikiran terbentuk karena adanya keinginan. Bab pemikiran inilah yang akan memberi pengaruh pada aksi berikutnya setelah konsumen melihat suatu iklan.

Untuk membangun pemikiran ini, emosi khalayak harus dibangkitkan. Hal demikian dapat dilakukan dengan menambahkan informasi penting yang relevan dengan kebutuhan khalayak. Pada tahap ini adalah tahap dimana khalayak diajak bermain emosi.

Misalnya, pada diri khalayak akan ada rasa khawatir bila tidak menyelesaikan membaca iklan yang dibuat. Mereka merasa takut ketinggalan informasi akan hal penting yang berhubungan dengan diri mereka

  1. Action

Sebuah tindakan yang dilakukan manusia karena didorong keinginan kuat dari konsumen sehingga terjadi pengambilan keputusan dalam membeli produk yang ditawarkan.

Pada fase ini dapat dengan menambahkan kalimat ajakan langsung agar khalayak segera melakukan tindakan tertentu. Misal dengan menambahkan kalimat seperti berikut di akhir iklan; “ayo segera beli mumpung belum kehabisan!”, “kalau tidak sekarang kapan lagi?”, dan kalimat-kalimat ajakan langsung lainnya.

Dengan menerapkan konsep tersebut pada iklan yang dibuat, akan menghasilkan iklan yang berkualitas dan tidak menyudutkan salah satu pihak. Iklan yang berkualitas tentunya dapat mendongkrak penjualan produk yang akan dipasarkan, membuat khalayak tidak ragu jika memilih produk yang Anda jual.

Kontributor: Ilham Prahardani
Editor: Oki Aryono

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.