Suaramuslim.net – Belajar bahasa asing sangatlah asyik dan menyenangkan. Namun, jika belajar bahasa asing sejak usia dini, bagaimana, ya? Apakah asyik dan menyenangkan juga? Untuk menjawab kedua pertanyaan di atas, begini pengalaman pribadi penulis saat belajar bahasa asing pada usia dini tetapi seperti tidak merasa bahwa sedang belajar bahasa asing. Lho, kok bisa sih? Mau tahu bagaimana ceritanya? Yuk simak paragraf berikutnya.
Sebelum belajar bahasa asing, sejak usia dini penulis telah dikenalkan dengan bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia di rumah. Penggunaan bahasa Indonesia dalam keluarga adalah sebagai sarana untuk pembentukan karakter dan pengenalan budaya bangsa kita. Oleh karena itu, bahasa pengantar yang digunakan untuk berkomunikasi dalam keluarga adalah bahasa Indonesia. Intinya, sebelum belajar bahasa asing yaitu bahasa Inggris, harus bisa berbahasa Indonesia terlebih dahulu.
Ketertarikan belajar bahasa asing bermula dari seringnya ibu membeli buku-buku cerita bergambar. Di setiap halaman pada buku-buku tersebut, terdapat satu gambar dan satu kalimat. Tentu menyenangkan sekali membolak-balik halaman yang ada pada buku tersebut. Di setiap halaman penulis selalu bertanya kepada ibu, โapa nih?โ, kemudian dijawab menggunakan bahasa asing, lebih tepatnya bahasa Inggris dan langsung dilanjutkan dengan bahasa Indonesianya.
Misalnya, di dalam buku tersebut terdapat gambar apel merah dan dibawahnya terdapat tulisan โred appleโ, maka ibu akan mengatakan โred appleโ dengan menunjuk pada gambar apel merah. Kemudian penulis selalu menirukan apa yang dikatakan oleh sang ibu. Sang ibu tidak menunjuk pada tulisan โred appleโ, karena bermaksud memberitahu bahwa gambar tersebut adalah โred appleโ. Konsentrasi ditujukan pada gambar, bukan pada tulisan karena pada saat itu penulis masih berusia 18 bulan, jadi masih terlalu dini untuk belajar memahami dan membaca tulisan.
Pada saat penulis menirukan ibunya mengucapkan โred appleโ, tentu saja pengucapannya merefleksikan anak usia 18 bulan, jadi agak cadel sehingga terdengar sangat lucu. Hal tersebut membuat ibu saya tertawa gemas, tapi beliau merasa senang karena bisa menirukan beliau.
Selain nama buah-buahan, saya juga mengenal nama sayur-sayuran, binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan dalam bahasa Inggris secara bertahap dengan menggunakan teknik listen and repeat. Penulis menyimak ibunya mengucapkan kata-kata, kemudian penulis mengulang kata-kata tersebut. Langkah berikutnya, ibu saya mengenalkan nama-nama benda yang ada di sekitar rumah seperti kursi, meja, lemari pakaian, lukisan, jam dinding, televisi, sapu, alat-alat tulis, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, kamar mandi dan dapur dalam bahasa Inggris.
Pada saat usia 24 bulan, ibunya mulai mengenalkan buku cerita berbahasa Inggris yang berjudul โNoddyโ dengan menggunakan teknik storytelling. Ia membacakan satu kalimat kemudian menunjuk gambar yang ada pada buku. Hal ini dilakukan lebih dari satu kali karena ingin mengetahui apa reaksi penulis ketika mendengar kalimat bahasa Inggris.
Sewaktu kecil, penulis selalu meminta kepada sang ibu untuk membacakan cerita โNoddyโ setiap hari sepulang dari tempat kerja. Ada kalanya meminta beliau untuk membacakan cerita โNoddyโ sebelum tidur malam. Ibunya mengatakan bahwa ketika beliau membacakan cerita tentang โNoddyโ, penulis selalu menyimak layaknya seperti seseorang yang sedang mendengarkan penjelasan orang lain.
Yang dilakukan tidak hanya menyimak, penulis juga menjadi memperhatikan ekspresi wajah ibunya. Setiap hari selalu memegang buku cerita โNoddyโ ketika dibacakan, bahkan penulis selalu meletakkannya di tempat tidur setelah selesai mendengar cerita. Suatu hari, betapa terkejut dan senangnya sang ibu ketika melihat penulis membuka setiap halaman buku cerita โNoddyโ dan mulai bercerita dalam bahasa Inggris seperti yang ibu penulis lakukan kepada penulis setiap hari.
Dari pengalaman pribadi penulis ini, dapat disimpulkan bahwa belajar bahasa asing sejak dini dengan menggunakan teknik listen and repeat dan storytelling ternyata sangat mengasyikkan.
Kontributor: Devi Putriย
Editor: Oki Aryono
Sangat bermanfaat ๐
Saya suka saya suka
Strategi yang diberikan seperti diatas sangat berguna untuk anak-anak dalam pembelajaran bahasa asing
Strategi yang sangat Bagus untuk mempermudah anak-anak belajar sejak dini
Teknik yang sangat bagus!๐
Sangat bagus dan berguna bagi kami untuk mahasiswa..
Terima kasihh
Thank you for post this article.
Sangat berguna bagi kamiiii yg seorang mahasiswa.
Terima kasiihh
Nice
Mashaa Allah ๐
Amazing experience
Wow!!!
Good Unch!
Artikel yang bagus ๐
Sangat Bermanfaat
Hehe, sangat bermanfaat
Great
Bagus ๐
Sangat Bermanfaat
Ahsiyaaaappppp (A-Team)
Sangat menarik
Interesting article
sangat membantu.
Good Article
Sangat bermanfaat
Very usefull..
Amazing