Ilustrasi: Ilhan Omar saat menghadiri konferensi pers di House Visitors Center di US Capitol. (Ils: Novitasari)
Ilustrasi: Ilhan Omar saat menghadiri konferensi pers di House Visitors Center di US Capitol. (Ils: Novitasari)

Suaramuslim.net – Jika Anda mengikuti serial drama politik dari Netflix yang berjudul House of Cards, ia dimulai dari isu soal Palestina-Israel. Sang tokoh utama, Frank Underwood tidak mendapatkan posisi yang dijanjikan sebagai Secretary of State setelah membantu memenangkan Garrett Walker sebagai Presiden Amerika Serikat. Posisi Secretary of State yang sekaligus merangkap Menteri Luar Negeri itu justru hendak diberikan kepada Michael Kern.

Dari sinilah sepak terjang politik Frank Underwood dalam serial ini dimulai. Ia menjegal Kern dengan mencari tulisan Kern di masa lalu yang menunjukkan jika dia anti Israel dan pro Palestina. Meski Kern berusaha membantah, namun pondasi politik AS yang pro Israel akhirnya membuatnya gagal menduduki jabatan Secretary of State.

Kisah di atas adalah fiktif belaka, namun hal yang hampir mirip saat ini sedang terjadi dalam politik AS. Perempuan Muslim pertama, keturunan Somalia, yang menjadi anggota Kongres Amerika Serikat, Ilhan Abdullahi Omar kini sedang menghadapi tekanan dari berbagai pihak, bahkan diminta mundur oleh Presiden Donald Trump, karena mencuit pernyataan anti Israel di akun Twitternya.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Buruk Generasi Milenial Menurut Islam

Ilhan mengkritik praktik lobi politik Israel melalui AIPAC yang disinyalir mendanai kampanye banyak politisi di Amerika Serikat.

Ilhan tak hanya dikecam oleh lawan politiknya di Partai Republik, tapi juga oleh rekan satu partainya di Partai Demokrat, bahkan oleh Ketua Kongres Nancy Pelosy.

Ilhan dituduh melakukan tindakan anti-Semit, sebuah terminologi anti-Yahudi yang jadi hal tabu di Amerika Serikat. Namun ia juga mendapat dukungan dari berbagai kalangan yang menunjukkan ada praktik politik tak masuk akal dalam politik Amerika Serikat, dan mengapresiasi Ilhan yang berani angkat bicara.

Dukungan juga datang dari kolega satu partainya yang sama-sama Muslimah pertama yang menjadi anggota Kongres, Rashida Tlaib muslimah keturunan Palestina. Juga dari Alexandra Ocasio-Cortez (AOC) , ikon politik progresif idola anak muda Amerika Serikat, keturunan imigran asal Puerto Rico, perempuan termuda sepanjang sejarah AS yang menjadi anggota kongres, yakni di usia 29 tahun.

Meski telah meminta maaf secara terbuka dan memberikan klarifikasi bahwa ia sama sekali tidak anti Yahudi, Ilhan terus melanjutkan sikap politiknya yang anti Israel. Ia menegaskan bahwa untuk menjadi warga negara Amerika Serikat yang baik, tidak harus pro Israel.

Baca Juga :  Erdogan "Ancam" AS Karena Dikeluarkan dari Program Jet Tempur

Badai hujatan terhadap Ilhan belum berhenti, termasuk hujatan dari Arab Saudi kepada Ilhan sebagai anggota Komite Hubungan Luar Negeri yang hendak menghentikan penjualan senjata dari Amerika ke Arab Saudi. Dan hari ini bersama kolega progresifnya, Rashida Tlaib, AOC, Partai Demokrat mencatat sebuah sejarah baru dalam politik Amerika, yakni berhasil meloloskankan Anti-Hate Resolution, sebuah resolusi yang menentang segala bentuk kebencian terhadap etnis, ras dan agama tertentu, termasuk menjadi landasan hukum untuk menentang segala bentuk Islamophobia yang makin marak di AS.

Sebagai seorang Muslim, saya mengambil pelajaran dari Ilhan Omar bahwa perjuangan ideologis ternyata sangat terbuka untuk dilakukan di mana pun, bahkan di negara yang banyak distigma sebagai musuh Islam. Tentu dengan meruntuhkan ragam pandangan konservatif yang tak lagi relevan dengan terus melakukan moderasi. Juga dengan melakukan kompromi, namun tetap kritis, bahwa perjuangan ideologis tak harus dengan dekonstruksi total terhadap sistem lalu dengan keras kepala memaksakan sistem dan worldview yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga :  Jam Terbang Berpolitik Ataukah Doktor Honoris Causa?

Dengan moderasi, namun tetap kritis, Ilhan Omar asal Somalia, bersama Rashida Tlaib asal Palestina, di negara yang katanya kafir, bisa jadi lebih memberikan kontribusi berarti untuk Muslim di Amerika, Palestina bahkan seluruh dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here