Belajar Individu atau Berkelompok, Asyik Mana?

Belajar Individu atau Berkelompok, Asyik Mana?

Ustazah Hamdiyaturrahmah, Praktisi Pendidikan dan Parenting Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya. Foto: suaramuslim.net

Suaramuslim.net – Belajar adalah sebuah proses yang awalnya tidak bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu. Sehingga kalau ada pertanyaan dari anak mengapa kita harus belajar, kita harus berikan apa saja kebutuhan dia terlebih dahulu.

Tentang belajar ini sangat berbeda ketika model belajar kita yang dahulu. Tahun-tahun di mana ketika orang tua kita mengatakan “ada PR atau tidak? Segera kerjakan.”

Kita pasti langsung bergegas karena tidak ingin dimarahi guru esok harinya. Dahulu memang berbeda dengan sekarang. Zaman dahulu persaingannya memang lebih ke individual.

Pergerseran yang saya lihat saat ini Alhamdulillah sudah banyak perubahan paradigma di mana orang sukses tidak boleh sendiri, tetapi bersama. Kita bisa hebat jika bisa menghebatkan orang lain. Ketika orang lain bisa bekerja sama denganmu, maka itu baru namanya orang hebat.

Orang hebat itu tidak bisa sendirian. Orang hebat itu kalau kita mampu dan bisa, maka tularkanlah kemampuan kita terhadap orang lain.

Sehingga mengapa kita butuh belajar, bagi saya saat ini masih mudah berkata kepada anak-anak bahwa jika kita tidak belajar maka akan banyak informasi yang tidak bisa kita akses.

Tipe belajar anak saat ini juga berbeda. Misalnya biasanya kita membuat suatu kegiatan berkelompok kemudian harus presentasi. Kalau kemerdekaan belajar yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, kemerdekaan belajar di dalam lembaga pendidikan itu bagi saya pribadi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Artinya tetap harus diberikan panduan-panduan ke anak.

Kemarin kami mempunyai dua macam versi presentasi. Versi yang pertama, kami biarkan mereka bagaimana caranya berpikir, ternyata hasilnya tidak cukup maksimal. Versi yang kedua, ketika kami sudah bentuk kelompok kecil-kecil kemudian lima kelompok dibimbing oleh satu guru dan hasilnya luar biasa.

Ketika mereka ditanya pilih versi yang pertama atau yang kedua, mereka memilih versi yang kedua. Kami hanya membimbing saja untuk memaknai belajar itu bagaimana, kemudian kita lihat trial and errornya.

Artikel ini dikutip dari siaran Mozaik Radio Suara Muslim Surabaya 93.8 FM pada hari Jumat, 24 Januari 2020 pukul 13.00-14.00 bersama Ustazah Hamdiyaturrahmah, Praktisi Pendidikan dan Parenting Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on whatsapp
Share on WhatsApp
Share on telegram
Share on Telegram

Leave a comment

newsletter-suaramuslim

Suara Muslim Newsletter

Informasi Terbaru di Inbox Anda

Kabar terkini dan penawaran menarik dari Suara Muslim. Newsletter dikirim via email. Ayo berlangganan, gratis!