Belajar Islam Mudah Dan Efektif Dengan Cara Bypass

Suaramuslim.net – Al Quran sebagai respon dan solusi permasahan kondisi peradaban global abad 20 M merupakan ulangan kondisi abad 7 M. Model kajian Islam saat ini ditegakkan di atas ilmu Tauhid, Fikih, Akhlaq dan Tasawuf. Ilmu-ilmu tersebut pada intinya bersumber dari Al Quran.

Demikian pula di Perguruan Tinggi Islam misalnya Universitas Islam Negeri (UIN), terdiri dari beberapa fakultas; Hukum, Syariah, Tarbiyah, Dakwah dan puluhan program studi, misalnya; Prodi Sastra Arab, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Ekonomi Islam, Zakat dan Wakaf, Ilmu Akidah, Politik Islam dll.

Begitu banyaknya cabang-cabang ilmu Islam yang harus dipelajari, sehingga jika seseorang mahir dalam satu prodi belum tentu pandai prodi lainnya. Jika satu prodi diselesaikan 4 tahun maka untuk paham semua ajaran Islam harus dikerjakan 4 tahun x 50 prodi = 200 tahun. Mustahil, susah banget belajar Islam.

Sistem pembelajaran Islam model tersebut di atas bisa dilakukan dengan bypass cukup dengan belajar Al Quran. Semua fakultas dan prodi pada intinya referensinya bersumber dari Al Quran dan hadis. Metode Puzzle (Agus Mustofa) menawarkan belajar Al Quran mudah, efektif dan efisien bagi yang tidak mengerti bahasa Arab. Setiap kata di dalam ayat Al Quran sering diulang beberapa kali, sehingga kita akan mudah memahami jika kata-kata tersebut “dicross” dengan ayat lainnya atau dengan hadis.

Misal kata iman. “Yu’minu”, diulang beberapa kali sehingga kita bisa menganalisis satu ayat dengan ayat lainnya. Walaupun kita tidak pintar bahasa Arab bila beberapa ayat yang konteksnya sama kita analisis, bisa jadi suatu teori yang ilmiah. Saya kira di dalam penelitian ilmu-ilmu sosial membangun teori ini adalah bagian penting menemukan variabel dan indikator permasalahan. Bedanya dalam penelitian referensinya harus dari berbagai jurnal. Belajar Al Quran referensinya Al Quran dan hadis.

Pembelajaran Model Crossword Puzzle

Sistem pembelajaran model Crossword Puzzle ini sangat cocok bagi mereka yang pendidikannya tidak berlatar belakang pesantren. Apalagi didukung dengan perkembangan IT yang pesat, belajar Al Quran menjadi sangat mudah, fleksibel, cepat dan bisa dilakukan dimana-mana, cukup dengan hp dan androidnya.

Karena ayat-ayat Al Quran sudah tersusun sangat rapi dan tidak berubah sepanjang jaman, maka lebih mudah dijadikan sebagai database dan diakses oleh dunia global tanpa ada perbedaan. Ini yang disebut mukjizat ilmiah akhir zaman.

Di sisi lain belajar Islam dengan bypass dengan belajar Al Quran metode puzzle ini bukan hanya cross word Al Quran dan hadis tapi bisa “crossing sciences” beberapa program studi. Belajar satu ayat Al Qur’an bisa belajar beberapa prodi. Apalagi kalau dibantu dengan kamus Fathur Rohman, yaitu kamus untuk mencari ayat-ayat Al Quran, maka belajar Al Quran menjadi sangat mudah.

Ketajaman analisis bukan hanya tergantung latar belakang pendidikan (pesantren) tetapi bisa pula karena jumlah ayat yang kita sitasi dalam konteks permasalahan yang sama. Silakan Anda coba!

Contoh implementatif

Buka Al Quran di HP Anda, misalnya surat Al Kafirun. Cari kata kafir melalui aplikasi android Anda, maka semua ayat yang konteksnya kafir akan ditampilkan. Setelah itu buka satu persatu ayat-ayat tersebut dan lakukan analisis. Anda akan paham apa arti kafir itu, siapa saja kafir itu, ciri-cirinya bagaimana dan seterusnya. Hasilnya insya Allah sangat akurat. Gampang kan. Semoga bermanfaat.

Catatan

Kelemahan dari sistem ini adalah kita akan kesulitan jika mau cari referensi dari hadis, karena redaksi hadis berbeda-beda dan rawinya (periwayatnya) juga beda, sehingga belum bisa dijadikan data base global seperti referensi dari Al Quran. Semoga dalam waktu dekat ada teman pakar IT yang bisa menyusun database tersebut. Amin.

KESIMPULAN

1). Belajar Al Quran metode puzzle lebih mudah daripada belajar Islam yang dilakukan dengan metode sistem pendidikan yang digunakan di sekolah-sekolah maupun di PTN dan PTS Islam saat ini.

2). Belajar Al Quran secara langsung melalui buku (database) Al Quran pada akhirnya output dan outcomenya adalah mempelajari Islam secara holistik, tetapi lebih efektif dan efisien.

Penulis: Dr. H. Miftahul Huda*
Editor: Muhammad Nashir

*Pengasuh Kajian Iman Menurut Alquran Surabaya
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.