BEM Se-Indonesia Gelar Sidang Rakyat Evaluasi 3 Tahun Jokowi

Sidang Rakyat BEM SI pada Oktober 2015 (Foto: BEM SI)

JAKARTA (suaramuslim.net) – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia akan menggelar demonstrasi di depan Istana Negara pada Jumat (20/10). Demonstrasi yang bertajuk Sidang Rakyat ini dilakukan untuk mengevaluasi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, yang dinilai masih jauh dari harapan.

Pemerintahan Jokowi-JK yang mengusung Nawacita, Revolusi Mental, dengan kerja kerja, kerja, dinilai masih belum dapat mengurangi ketimpangan ekonomi serta belum berhasil mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh daerah.

-Advertisement-

Dalam siaran persnya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menilai Rasio Gini sebesar 0,39, membuktikan bahwa masih belum terciptanya kesejahteraan umum sesuai amanat UUD. Bukti ini juga bisa menjadikan contoh bahwa distribusi pendapatan nasional maupun pembangunan ekonomi 3 tahun ke belakang dengan LPE rata rata 4.97%, masih dinikmati sebagian kalangan, dan belum menyentuh rakyat miskin.

Selain itu, pembangunan nasional dengan melakukan pemerataan pembangunan dianggap telah gagal. Bukti yang dapat diberikan adalah dari 245 proyek pembangunan, Pulau Jawa masih menjadi prioritas pembangunan dengan mendapatkan dana hingga sebesar 1.063 Triliun Rupiah, sedangkan Sulawesi, Bali, Nusa Tengara dan Papua hanya sebesar sebesar 610 Triliun Rupiah.

Baca Juga :  Evaluasi 3 Tahun Jokowi, Mahasiswa Tuntut Pemberantasan Korupsi dan Pengentasan Ekonomi

Dari sisi pertumbuhan ekonomi pada 2015 Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara merupakan propinsi dengan pertumbuhan ekonomi diatas 7,47%, namun persentase penduduk miskin pada September 2016 ternyata cukup tinggi, dengan Sulawesi 6-19%, Bali dan Nusa Tenggara 14-19%, dan Papua lebih dari 19%, sehingga bisa menjadi bukti bahwa ketimpangan ekonomi menjadi jauh lebih lebar daripada tahun-tahun sebelumnya.

Pada demonstrasi yang dilakukan kali ini, Aliansi BEM Seluruh Indonesia membawa Tuntutan Pembangunan Pro Rakyat, atau disingkat “TUGU RAKYAT”. Tuntutan tersebut berisi harapan dan cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, diantaranya menurunkan kesenjangan ekonomi, menggugat pengekangan hak publik dan wujudkan kedaulatan rakyat, dan menuntut tegaknya supremasi hukum.

Penulis : Vicio Rizky, Ahmad Jilul QF

Editor : Muhammad Nashir

-Advertisement-