BEM SI Sejabodetabek Lakukan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM
BEM SI berunjuk rasa dengan membentangkan spanduk tolak Kenaikan Harga BBM, Selasa (10/4) (Foto: istimewa)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jabodetabek melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (10/4) di depan Istana Negara, Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh salah satu kordinator aksi, Ilham saat dikonfirmasi oleh wartawan Suaramuslim.net.

“Ia benar (melakukan aksi) bang” ujarnya, Selasa siang (10/4).

BEM SI Wilayah Jabodetabek menuntut agar pemerintahan Joko Widodo segera mungkin menurunkan kembali harga BBM yang beberapa waktu terakhir secara bertahap dinaikkan oleh pemerintah.

“Hal ini merupakan kado buruk yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat di awal tahun 2018,” ujar BEM SI dalam keterangan tertulisnya.

BEM SI jabodetabek menilai ada keanehan ketika pemerintah menaikkan harga BBM dengan mengikuti harga minyak dunia. Seharusnya, menurut BEM SI pemerintah harus konsisten mematok harga BBM dalam negeri dengan naik atau turunnya harga minyak dunia.

“Grafik harga minyak dunia pada tanggal 20 Januari 2018 memang mengalami kenaikan dari sebelumnya, namun beberapa hari kemudian harga minyak dunia turun. Hal ini tidak diikuti dengan turunnya harga Pertalite yang sebelumnya telah naik Rp.100 perliternya,” tambahnya.

Baca Juga :  BPN: 7 Kursi Menteri untuk PAN, 6 PKS Jika Prabowo Menang

Sebagaimana yang diketahui, Pemerintahan Joko Widodo beberapa kali telah menaikkan harga BBM. Kenaikan pertama kali terjadi pada 13 Januari, Pertamax yang semula Rp 8.600 naik menjadi Rp 8.800. Kenaikan juga terjadi pada jenis BBM Pertamax Turbo dari
Rp10.550 menjadi Rp10.800, dan Pertamina Dex dari Rp10.350 menjadi Rp10.800.

Sepekan kemudian, atau pada 20 Januari, Pertalite ikut naik dari Rp7.700 menjadi Rp7.800 dan Dexlite dari Rp7.450 menjadi Rp7.650.

Selang lebih dari sebulan, 24 Februari 2018, Pertamina kembali menaikkan harga BBM nonsubsidi, dengan rincian harga Pertamax naik
dari Rp8.800 menjadi Rp 9.100, Pertamax Turbo naik Rp10.800 menjadi Rp11.300, Dexlite
naik Rp7.650 menjadi Rp8.250, dan Pertamina Dex naik dari Rp10.800 menjadi Rp11.550.
Dan pada akhir pekan lalu, Pertamina kembali menaikkan harga Pertalite sebesar Rp 200 perliter di wilayah DKI Jakarta menjadi Rp7.800/liter dari sebelumnya Rp7.600/liter.

Selain menolak kenaikan harga BBM,  BEM SI juga menuntut agar pemerintahan Joko Widodo menjamin adanya BBM bersubsidi bagi masyarakat.

“Menuntut pemerintah untuk menjamin BBM subsidi bagi masyarakat” tandas BEM SI.

Baca Juga :  Peringati 20 Tahun Reformasi, Ini Sikap BEM SI

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.