Mustaba Nia (56) atau yang kerap disapa Bu Nia, salah satu santriwati di Griya Qur'an yang juga pegawai Direktorat jendral Pajak Jatim, foto: Teguh Imami/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Menyebarkan pemahaman Al-Qur’an bukan sekadar di sekolah atau masjid. Itulah semangat Griya Al-Qur’an saat melebarkan sayapnya ke instansi-instansi pemerintahan untuk menyebarkan dakwah Al-Qur’an.

Mustaba Nia (56) atau yang kerap disapa Bu Nia mengungkapkan kegembiraannya saat Griya Al-Qur’an membuka pembelajaran di kantornya.

“Alhamdulillah saya jadi tertarik untuk belajar Al-Qur’an lagi, sekarang sudah tahsin 2, insyaallah akan istiqamah lagi,” ujarnya kepada Suaramuslim.net saat ditemui di kantornya, Kanwil Direktorat Jendral Pajak Jatim 1, Rabu (20/11).

Ibu satu cucu ini mengaku bahwa dia telat belajar Al-Qur’an di usianya yang kini sudah tidak muda lagi, namun, dirinya tidak merasa malu dan akan terus memperbaiki bacaannya.

“Insyallah hal ini saya lakukan agar cucu, anak, dan keluarga diberi kebaikan dan meniru untuk terus belajar Al-Qur’an,” pungkasnya.

Griya Al-Qur’an sendiri saat ini sudah melakukan dakwah Al-Qur’an dari instansi ke instansi, di kejaksaan, Polda Jatim, pajak, dll. Sedangkan di Direktorat Jenderal Pajak sudah ada 100 karyawan yang ikut.

Jika selama ini mayoritas lembaga yang bergerak dalam pembelajaran Al Qur’an lebih banyak terdapat di lingkungan masjid dan pondok pesantren, Griya Al Qur’an mempunyai fokus untuk menggarap wilayah perkotaan.

Menghafal Al Qur’an kini bukan lagi monopoli santri di pondok pesantren saja, namun telah dikemas untuk kalangan profesional, pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswa dan kalangan lainnya, dengan suasana yang menyenangkan dan dalam lingkungan belajar yang tertata rapi.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.