Menstrual Cup. Foto: guesehat.com

Suaramuslim.net – Siklus menstruasi pada setiap wanita tidak selalu sama. Sebagian wanita mungkin pernah mengalami menstruasi dengan volume darah sedikit dan waktu singkat. Dalam ilmu medis, menstruasi sedikit ini disebut hypomenorrhea.

Menstruasi sedikit bisa disebabkan oleh faktor keturunan, usia, gaya hidup, ketidakseimbangan hormon, adanya kehamilan atau masalah pada kehamilan, dan kondisi kesehatan.

Apa penyebab darah menstruasi sedikit?

Siklus menstruasi normal rata-rata berlangsung dalam 28 hari, tapi ada juga wanita yang memiliki siklus selama 21-35 hari. Sementara untuk lama waktu menstruasinya sendiri, biasanya berlangsung antara tiga sampai tujuh hari. Haid yang terjadi di rentang waktu ini masih terhitung normal.

Ya, meski terlihat singkat, tapi perdarahan menstruasi sedikit yang mungkin hanya berlangsung selama tiga hari masih dianggap normal selama pola menstruasi kamu tetap teratur. Dalam artian, kamu tidak pernah absen mendapatkan haid setiap bulannya; walaupun dengan aliran darah haid sedikit dari biasanya.

Selain itu, perhatikan juga periode menstruasi kamu. Jika pola terjadinya menstruasi masih berada di kisaran waktu yang sama seperti bulan sebelumnya, ini masih termasuk normal.

Terlebih bila tamu bulanan ini memang biasanya hanya berlangsung selama tiga hari, berarti inilah pola menstruasi kamu, menurut Maria Arias, MD, seorang dokter kandungan di Atlanta Women’s Specialists di Georgia, dilansir dari Everyday Health.

Dijelaskan oleh dr. Lina Akopians, Ph. D, seorang spesialis endokrinologi reproduksi di Southern California Reproductive Center, bahwa periode menstruasi yang terasa lebih ringan karena volume darah yang keluar cenderung sedikit bisa disebabkan oleh masalah hormon atau structural di organ tubuh. Berikut beberapa penyebab menstruasi sedikit beserta penjelasannya.

1. Faktor genetik

Jika kamu mengalami menstruasi sedikit, coba tanyakan kepada ibu atau saudara perempuan kamu apakah mereka juga mengalaminya. Karena kemungkinan hypomenorrhea disebabkan oleh faktor keturunan.

2. Mungkin akhir-akhir ini kamu lagi stress berat

Banyak orang yang mengaitkan stres dengan perubahan pada siklus menstruasi. Nyatanya, stres dapat memicu hadirnya hormon kortisol yang kemudian menghambat kerja hormon dalam tubuh, salah satunya hormon estrogen yang berperan dalam siklus ovulasi.

Penurunan kadar estrogen inilah yang membuat volume menstruasi sedikit atau bahkan tertunda sementara. Setelah stres pergi, biasanya menstruasi bisa kembali normal.

3. PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan reproduksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh wanita. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki kadar hormon seks (estrogen dan progesteron) yang tidak seimbang, kelebihan hormon androgen (hormon seks pria), dan ada kista kecil di ovariumnya.

Semua kondisi ini yang memengaruhi proses ovulasi normal sehingga membuat aliran menstruasi tidak lancar dan kurang teratur. Gejalanya bisa meliputi darah menstruasi sedikit atau bahkan tidak menstruasi selama beberapa waktu.

4. Menopause

Menstruasi sedikit, normal terjadi pada remaja yang baru saja mengalami pubertas, dan wanita yang akan memasuki masa menopause. Hypomenorrhea yang terjadi pada kedua kondisi tersebut disebabkan adanya ketidakseimbangan kadar hormon yang berperan dalam siklus menstruasi.

5. Perubahan berat badan

Ini karena zat-zat kimia dalam tubuh itu sangat sensitif dan bisa berpengaruh terhadap durasi menstruasi yang lebih pendek atau darahnya jadi lebih sedikit.

6. Konsumsi obat-obatan

Tidak hanya alat kontrasepsi, minum obat-obatan juga bisa memengaruhi menstruasi kamu karena memiliki kandungan bahan kimia di dalamnya. Contohnya NSAID (Advil, Naprosyn, Ibuprofen, dll), antidepresan, serta steroid.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.