Gathering Baitul Maal Griya Al Qur’an: Ikhtiar berkelanjutan menyemai manfaat hingga akhir hayat

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Suasana hangat penuh makna terasa dalam kegiatan Gathering Baitul Maal Griya Al-Qur’an (BMGQ) yang digelar di Hotel Mercure Surabaya, Jumat (17/04/2026).  

Tak sekadar menjadi ajang silaturahim, momentum ini menjadi ruang penguatan komitmen bersama dalam mengokohkan perjuangan program Al-Qur’an di Indonesia.

Acara ini dihadiri para mitra strategis, donatur, serta penerima manfaat program sebagai bentuk transparansi, evaluasi, dan laporan capaian amanah yang telah berjalan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa gerakan kebaikan ini tumbuh dari kolaborasi yang saling menguatkan.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Griya Al-Qur’an Surabaya, Irwitono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan lembaga dakwah Al-Qur’an.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, kondisi honor guru ngaji di Jawa Timur masih jauh dari kata layak. Hal ini menjadi perhatian serius lembaga untuk terus menghadirkan program-program peningkatan kesejahteraan para pengajar Al-Qur’an. Tak hanya itu, dukungan juga diarahkan pada pemberian beasiswa bagi santri dari keluarga kurang mampu, serta penguatan komunitas yang menaungi mereka.

Dalam forum tersebut, Irwitono juga memaparkan rencana besar pembangunan Gedung Dakwah di lingkungan Griya Al Qur’an Surabaya, tepatnya di Jalan Dinoyo 57. Gedung ini dirancang sebagai pusat aktivitas dakwah terpadu yang mencakup masjid, kantor operasional, ruang kelas, hingga perpustakaan.

Memasuki tahun 2026, Yayasan Griya Al-Qur’an Surabaya (YGAS) terus bertransformasi melalui penerapan konsep SPEED—Services, Performance, Efficient, Earn, Data—sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kinerja, serta memastikan transparansi penyaluran dan pelaporan kepada para mitra.

Kegiatan halal bihalal ini juga menghadirkan kisah nyata dari para penerima manfaat. Di antaranya Ustadz Sholih dari Panti Asuhan Istiqomah Sidoarjo (santri penghafal Al-Qur’an), Ustadzah Wiwit Agustina dari Yayasan Novaloka Cakrawala Asa, Ustadzah Tri sebagai penerima program Motor Guru Ngaji Surabaya, serta Ustadz Abd Rohman dari program Tebar Al-Qur’an.

Kehadiran mereka menjadi potret hidup dari dampak nyata program yang dijalankan.

Menjelang akhir acara, tausiyah penuh hikmah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Sholeh Drehem. Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Ahabbunnas ilallāh anfa’uhum linnās” — manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa ukuran kemuliaan bukan terletak pada materi atau jabatan, melainkan pada seberapa besar kontribusi yang dihadirkan bagi sesama.

Ia juga menekankan pentingnya memilih amal yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, sebagai sumber keberkahan hidup.

“Bayangkan jika setiap hari ilmu, harta, dan pikiran kita memberi manfaat bagi orang lain, terlebih saat kita terlibat dengan ayat-ayat Allah,” tuturnya.

Beliau menutup dengan harapan mendalam bahwa anak-anak penerima beasiswa hari ini kelak tumbuh menjadi generasi terbaik, yang menjadi amal jariyah bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat.

Acara ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh Syeikh Husein Ali Barahmah Al Makki, mengiringi harapan agar setiap langkah kebaikan yang ditanam hari ini terus berbuah hingga akhir hayat.

Sebuah pertemuan yang bukan hanya mengikat silaturahim, tetapi juga meneguhkan keyakinan: bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah investasi kebaikan yang tak pernah terputus.

Kontributor: Fachrurrosi
Editor: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.