Suaramuslim.net – Tidak akan terjadi panen tanpa proses menanam benih di ladang, kemudian merawatnya dengan penuh kesungguhan hingga tiba masa panen.
Demikian pula keturunan yang baik, tidak akan terwujud kecuali melalui ikhtiar yang Allah syariatkan dalam hubungan suami istri yang sah dan halal. Sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al-Baqarah: 223, Allah menggambarkan istri sebagai ladang tempat menanam generasi.
Begitulah intisari Kajian KIBLAT Griya Al-Qur’an bersama CISCO (Chalidana Islamic School Committee) Gresik, Rabu (15/04/2026).
Kajian ini menjadi penting, khususnya bagi suami istri maupun mereka yang sedang mempersiapkan diri menuju bahtera rumah tangga. Sebab, dalam Islam, hubungan suami istri tidak sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga sarat nilai ibadah, adab, dan tanggung jawab.
Mengapa adab dan fiqih disandingkan?
Adab adalah sikap moral yang membimbing seseorang untuk berperilaku baik. Sementara fiqih memberikan batasan hukum yang jelas.
Ilmu tanpa adab berpotensi disalahgunakan. Sebaliknya, adab tanpa ilmu bisa kehilangan arah. Maka, keduanya harus berjalan beriringan agar hubungan suami istri tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai ibadah dan penuh keberkahan.
Adab sebelum berhubungan intim
- Meluruskan niat
Niatkan sebagai ibadah kepada Allah, menjaga diri dari yang haram, dan mengharap keturunan yang shalih. - Berhias dan menjaga kebersihan
Disunnahkan untuk berhias, memakai wewangian, serta menjaga kebersihan diri demi menyenangkan pasangan dan menumbuhkan cinta. - Membaca doa
Membaca Bismillah dan doa:
“Bismillahi, Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma razaqtana.” - Pendahuluan yang lembut (foreplay)
Bermesraan dan bercumbu sebagai bentuk kasih sayang dan kesiapan emosional, bukan sekadar aktivitas fisik. - Memilih waktu dan kondisi yang tepat
Mengedepankan kenyamanan, kesiapan, dan kesepakatan kedua belah pihak.
Adab saat berhubungan
- Menjaga kesopanan
Tidak telanjang sepenuhnya tanpa penutup, melainkan tetap menjaga adab dengan kain atau selimut. - Mengutamakan kelembutan dan perhatian
Dilakukan dengan penuh kasih sayang, tidak tergesa-gesa, serta memperhatikan kenyamanan pasangan (berlama-lama hingga istri inzal). - Menjaga rahasia
Haram hukumnya menyebarkan atau menceritakan detail hubungan suami istri kepada orang lain. Ini termasuk perkara yang sangat dibenci dalam Islam.
Adab setelah berhubungan
- Mandi junub
Wajib dilakukan sebelum melaksanakan ibadah seperti salat. - Berwudhu jika ingin menunda mandi
Dianjurkan berwudhu jika ingin tidur atau mengulangi hubungan sebelum mandi besar. - Menjaga kebersihan
Membersihkan diri dan lingkungan sebagai bagian dari kesempurnaan iman. - Bersyukur kepada Allah
Mengucapkan hamdalah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan.
Beberapa ketentuan penting
- Tidak berhubungan saat haid atau nifas
Hal ini dilarang dalam syariat hingga istri suci kembali. - Menjaga keadilan (bagi yang berpoligami)
Membagi waktu secara adil merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. - Larangan hubungan melalui dubur
Hal ini diharamkan dalam Islam dan bertentangan dengan fitrah serta syariat.
Penutup
Hubungan suami istri dalam Islam adalah ibadah yang mulia ketika dijalankan dengan ilmu dan adab. Ia bukan sekadar rutinitas biologis, melainkan jalan menuju ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan dalam rumah tangga.
Kajian ini menjadi pengingat bahwa keharmonisan keluarga tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan pemahaman yang benar terhadap tuntunan syariat.
Intisari Kajian Islam Buat Talenta Hebat (KIBLAT) bersama CISCO Chalidana Islamic School Committee Gresik.
Hadirkan ilmu di ruang-ruang keseharian kita bersama undang KIBLAT Griya Al Qur’an 085732160050 (Rosi).

