Giat Kemanusiaan di Desa Kalibatur Tulungagung Yang Kekeringan

TULUNGAGUNG (Suaramuslim.net) – Kekeringan seperti tidak pernah hilang dari Tulungagung. Beberapa kecamatan dikabarkan mengalami kekeringan. Pucanglaban, Kalidawir, Besuki dan Tanggunggunung.

Kecamatan yang memiliki dataran tinggi ini mengalami kekeringan di desa-desanya.
Demi meringankan saudara-saudara seiman disana KOKAM dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LAZISMU melakukan giat sosial penyaluran bantuan air bersih dari Muhammadiyah Tulungagung untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan di daerah Dusun Banaran, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir ( 16/10/2018).

Kegiatan ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya sebulan yang lalu tim pernah menyalurkan bantuan di tempat yang sama.

“Kekeringan seperti tidak singgah dari tempat tersebut,” ungkap Komandan Kokam Tulungagung, Ali Hasjim.

Bermula dari permintaan masyarakat akan kebutuhan air bersih maka diputuskan dalam rapat kerja yang diinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah mengundang KOKAM, MDMC dan LAZISMU. Hasil rapat tersebut memutuskan untuk kembali mengirimkan bantuan serupa di lokasi yang sama.

“Bantuan kedua ini semoga bisa mencukupi untuk warga dusun disana,” lanjutnya.

Ada yang menarik pada giat pengiriman kali ini karena saat armada pertama memasuki area dengan medan naik turun, mobil pengangkut mengalami kendala rem hingga cukup beresiko.

Baca Juga :  Ketenaran Ustaz, Hasil Survei, dan Basis Akar Rumput

Medan yang menantang tidak menyurutkan semangat. Dengan jalan pelan dan bolak balik memasang pengganjal batu pada tanjakan, akhirnya bisa sampai di lokasi.

Hampir senada disampaikan oleh Ketua MDMC Tulungagung, Faruq Kusumanegara, Alhamdulillah tahap pertama 4000 liter berhasil didistribusikan ke warga.

“Mengingat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan maka kami mengontak pihak PDAM untuk mengirimkan bantuan armada baru agar menuntaskan target 8000 liter hari ini yang kami janjikan ke warga,” kata Ketua MDMC yang baru ini.

Mobil ke dua dengan tangki 4000 liter datang setelah menunggu dua jam. Air tersebut bisa didistribusikan ke masyarakat untuk air wudhu masjid dan mengisi tandon air dari BPBD Tulungagung yang dibagikan ke pemerintah desa.

Meski penuh tantangan dan sedikit cerita yang traumatis tidak membuat kami patah semangat untuk terus menebar semangat Al Ma’un yakni menggembirakan kemanusiaan, karena sejatinya ruh Muhammadiyah adalah gemar membantu sesama dan berlomba lomba dalam kebaikan.

Tanggapan masyarakat cukup baik. Mereka senang ada bantuan air. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sutoyo, salah satu warga di sana.

Baca Juga :  Muhammadiyah dan PBNU Bicarakan Persatuan Anak Bangsa di Tahun Politik

“Kami selaku warga di sini mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah, yang telah peduli kepada warga kami,” ucapnya dengan berkaca-kaca.

Tepat pukul 16.00 WIB acara giat sosial ini berakhir dan semua tim kembali ke tempat masing-masing.

Reporter: Muslih Marju
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.