Habib Novel Alaydrus di Hijrah Fest: Dakwah Model Begini Harus Dikembangkan
Habib Novel bin Alaydrus saat mengisi tausiah di Hijrah Fest Ramadhan 2019, Jakarta Convention Center, Sabtu (25/5/19). Foto: Suaramuslim.net.

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Hari kedua Hijrah Fest Ramadhan 2019 diisi oleh para ulama keturunan Rasulullah yang sering disebut habib. Tercatat sederet habib memberikan tausiah tentang hijrah kepada para peserta seperti Habib Novel bin Alaydrus, Habib Muhammad bin Anis dan Habib Muhammad Al Muthohar.

Di awal tausiahnya, Habib Novel bercerita tentang KH Arifin Ilham yang baru saja meninggal dunia.

“Muqaddimah tausiah ini dalam rangka mengenang KH Arifin Ilham. Wafatnya menyejukkan untuk negeri dan beliau tidak pernah curhat meskipun dalam kondisi sakit. Rahasianya adalah mengamalkan sabda Nabi saw, “Hendaklah engkau mengenali Allah dalam keadaan lapang, niscaya saat engkau dalam kesulitan, Allah mengenalmu,” jelas Habib Novel menerjemahkan hadis yang berasal dari sahabat Ibnu Abbas.

Habib Novel menyebut KH Arifin saat ke Solo, mencari siapa orang saleh di Solo. Lalu beliau mendatangi Habib Anis. Mendatangi orang saleh lalu minta nasihat, doa. Ini orang yang benar. Yang saya lihat akhlaknya masya Allah.

“Kalau ketemu orang tua dia panggil ayah, lebih tua dipanggil kakak, ketemu ulama panggilnya guru. Selalu menempatkan orang itu lebih mulia dari beliau,” tutur pengasuh Majelis Ar-Raudah Solo yang mengisi Hijrah Fest setelah salat Ashar, Sabtu (25/5).

Karakter yang seperti ini luar biasa, lanjutnya. Dikasih ujian sakit, orang sakit itu tidak mudah. Kita flu sedikit ibadah kurang, beliau tidak kurang ibadah, istiqamah. Bahkan ketika paham penyakitnya akan membuatnya bisa kehilangan nyawa, dia mempersiapkan diri untuk menyambut nyawanya diambil. Beliau menyambutnya dengan indah.

Baca Juga :  Mengaku Beramar Ma'ruf Nahi Mungkar, Mana Dakwah Kita?

Selain mengenang KH Arifin Ilham dan tausiah tentang hijrah, Habib Novel juga mengapresiasi adanya Hijrah Fest.

“Bagus. Jadi dalam dakwah harus ada inovasi, dakwah tidak boleh berhenti dan baku, monoton seperti itu saja. Karena zaman itu berkembang. Maka kita juga harus berkembang,” jelasnya saat diwawancarai Suaramuslim.net.

Agama tidak berubah, lanjutnya, tapi agama bahan dasar, bahan baku. Kita bisa mengambil bagian-bagian yang bisa disesuiakan di setiap waktunya.

“Ini masya Allah. Pasar iya, cari ilmu iya. Semuanya ada. Silaturrahim dari berbagai kelompok dan golongan semuanya ada. Yang model begini harus dikembangkan. Tidak menunggu harus di ibu kota, mungkin di kabupaten-kabupaten ya, insya Allah kalau semakin banyak bisa menggeser hal-hal yang kurang bagus,” tutup habib yang aktif menerjemahkan dan menulis buku ini.

Hijrah Fest Ramadhan 2019 dilaksanakan selama tiga hari di Jakarta Convention Center dari tanggal 24-26 Mei 2019. Mengangkat tema Unforgettable Hijrah, event ini menghadirkan lebih dari 200 pengusaha muslim, ratusan brand muslim, klinik keislaman, talkshow, meet and greet artis hijrah, komunitas muslim, fashion show, tausiah ustaz kenamaan dan Nussa Land untuk playground anak-anak.

Baca Juga :  Pengaruh Kegagalan Gerakan Rabi’a Mesir pada Dakwah dan Pendidikan

Reporter: Abdullah Tommi
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.