Hari Ini FPI Demo Kantor Tempo, Ini Penyebabnya

267
Umat Islam Perlu Sosok yang Berwawasan Islam Sekaligus Plural
Massa FPI unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia di jalan Gatot Subroto, Jakarta (Foto: Suaramuslim.net)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Massa ormas dari Front Pembela Indonesia (FPI) hari ini (16/3) akan melakukan aksi demonstrasi di kantor majalah Tempo di Palmerah Barat, Jakarta Selatan. Aksi ini merupakan aksi damai dengan perkiraan jumlah massa FPI 200 orang.

Dalam keterangan persnya, FPI akan menuntut Tempo atas pembuatan kartun yang dianggap menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab dalam pemberitaan majalah Tempo edisi 26 Februari 2018. Dalam pemberitaan tersebut, Tempo memuat cover di majalah berupa karikatur yang menggambarkan ulama berbaju gamis dan bersorban, duduk berdua dengan perempuan.

-Advertisement-

“Yang pasti Tempo telah menghina ulama makanya kami menuntut Tempo minta maaf kepada umat Islam dan ulama. Makanya, kami akan minta klarifikasi atas karikatur itu,” ujar Novel Bamukmin, Jumat (16/2).

Massa FPI mulai berkumpul pada pukul 11.00 WIB di Markas FPI Jl Petamburan III, Jakarta Pusat untuk melaksanakan persiapan aksi dan dilanjutkan shalat Jumat terlebih dahulu. Selepas salat Jumat, massa bergerak ke kantor redaksi majalah Tempo.

Baca Juga :  FPI Demo Kantor Tempo, Ini Tanggapan LBH Pers

Sementara itu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengatakan bahwa kartun yang dimuat di Tempo merupakan sebuah karya jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi.

“Jika salah satu pihak atau kelompok ada yang keberatan atau dirugikan dengan sebuah karya jurnalistik mekanismenya adalah menempuh jalur sengketa jurnalistik dengan memberikan hak jawab atau hak koreksi sebagaimana dalam Pasal 4 UU Pers atau mengadukan media atau karya jurnalistik tersebut kepada Dewan Pers”, ujar LBH Pers dalam keterangan tertulis pada Jum’at siang (16/3).

“Karena Dewan Pers lah yang berhak menilai dan memiliki kewenangan menilai apakah sebuah karya jurnalistik tersebut telah melanggar kode etik jurnalistik atau tidak” pungkasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.