Muhammadiyah: Kepolisian Harus Ungkap Dibalik Penghadang Tim Pembela Kemanusiaan MJ

50
Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah manager Nasution

JAKARTA (Suaramuslim.net) - Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Manager Nasution menilai bahwa penghadangan oleh sekelompok orang terhadap Tim Pembela Kemanusiaan yang berkunjung ke Indramayu untuk mengadvokasi istri terduga teroris MJ (21/2) adalah bentuk premanisme. Sebelumnya seorang terduga teroris asal Indramayu berinisial MJ ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 (Densus 88) dan meninggal dunia pasca ditangkap.

Dalam aksi sekelompok orang tersebut, tidak hanya menghadang namun mereka juga meminta identitas dari Tim Pembela Kemanusiaan.

"Tidak boleh ada kelompok yang memeriksa identitas orang tanpa hak, apalagi dengan memaksa. Mereka tidak punya mandat menghadang orang" ujar maneger pada dalam keterangan tertulis pada Kamis (22/2).

"Publik sangat menyesalkan tindakan premanisme itu" tambah Manager.

Menurut Manager, dialog harus dikedepankan jika ada perbedaan pandangan dan bukan dengan aksi premanisme. Ia juga menuntut agar aparat kepolisian mengungkap dan menghentikan kasus premanisme tersebut. "Hal itu disamping melanggar hukum, juga memantik konflik sosial" tegas Maneger.

Maneger juga curiga bahwa aksi tersebut merupakan aksi by design yang direkayasa. Oleh sebab itu ia meminta kepolisian untuk mengungkap aktor intelektual di balik aksi itu.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1439 Hijriah

"Meskipun aromanya by design dan skenario adu-dombanya sangat terasa, masyarakat tidak boleh terpancing dan terprovokasi, hindari main hakim sendiri, mari hadirkan kepercayaan kepada kepolisian, seberapa tipis pun sisa-sisa kepercayaan itu" pungkas Manager yang juga Direktur Pusdikham Uhamka itu.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Ahmad Jilul Qur'ani Farid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here