Wakil Ketua MPR Dukung Gubernur Anies Jual Saham Bir
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan oleh Bawaslu Bogor tidak adil. Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitternya @hnurwahid pada Selasa, 08 Januari 2019.

“Indonesia merdeka untuk jadi negara hukum dan demokrasi, yang berkeadilan. Itulah Pancasila. Tapi, di tahun politik, justru ketidakadilan yang mengemuka. Seperti perlakuan terhadap Gubernur Anies yang acungkan 2 jari dipanggil Bawaslu. Tapi Gubernur atau walikota yang acungkan 1 jari, tak diapa-apakan, sinyal positif, katanya.” Cuit HNW heran.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah dipanggil Bawaslu Bogor karena telah mengacungkan 2 jari dalam acara partai Gerindra. Simbol 2 jari sendiri diindentikkan dengan nomor urut 02 yang merupakan nomor urut dari pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi.

Menurut HNW, di lapangan telah kepala daerah yang secara terang-terangan telah mendukung dan mengkampanyekan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin tetapi tidak pernah diperiksa oleh Bawaslu setempat.

Dalam cuitan terakhir HNW melakukan mention terhadap akun Bawaslu @bawaslu_RI terkait video yang diposting oleh akun @ronavioleta yang berisi video Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri yang mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga :  Hidayat Nurwahid Ingatkan Kapolri Untuk Tidak Buat Pernyataan yang Dapat Memecah Belah

“Ditunggu sikap @bawaslu_RI yang adil, profesional dan tak partisan, terhadap Gubernur yang acungkan 1 jari, dan ajak-ajak yang lain untuk acungkan 1 jari. Sebagaimana yang sudah dilakukan bawaslu terhadap Gubernur Jakarta, @aniesbaswedan. Itu untuk selamatkan kepercayaan publik kepada bawaslu, kepada pemilu, dan hasil-hasil pemilu.” Cuitnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.