Hiduplah di Dunia untuk Mengejar Akhirat

Suaramuslim.net – Sudah kita pahami bahwasanya kehidupan akhirat lebih penting dan lebih banyak manfaatnya bagi seorang Muslim jika ingin mengejarnya. Sudah kita ketahui pula kehidupan di dunia ini hanya sementara dan kehidupan yang abadi itu di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bersabda, “Umur umatku hanya sekitar 60 sampai 70 tahun”.

Namun nyatanya, kesadaran dan keyakinan itu tak lantas membuat kita sadar sepenuhnya. Kok bisa?

Baiklah, mari kita lihat dan perhatikan, betapa banyak orang yang mengabaikan akhirat, mereka sibuk dan asyik dengan dunia, seolah-olah merasa bahwa akan tinggal selamanya. Mereka lupa, bahwa mereka sedang berjalan menuju akhirat. Lantas, segala peristiwa seperti kematian dan bencana, tidakkah menjadikan kita lebih sadar?

Kebahagiaan hidup di akhirat kelak, sangat ditentukan oleh kualitas hidup kita di dunia

Kualitas baik atau buruknya kita menjalani hidup di dunia, menentukan sukses atau gagalnya kita hidup di akhirat. Sukses berarti surga dan gagal berarti neraka. Ibarat menabung di usia muda, maka tabungan itulah yang akan menentukan kehidupan kita di masa tua.

Baca Juga :  Jurus 4M untuk Menjaga Hafalan Al Quran

Namun kembali lagi, bahwa semuanya tergantung pilihan kita dalam menjalani hidup. Jika kita memilih dan mengejar kenikmatan hidup dunia, maka Allah akan memberikannya. Namun, di akhirat kelak kita akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan terhina. Tapi jika kita memilih kehidupan akhirat, bekerja keras untuk meraihnya, sabar menghadapi ujian di jalan akhirat itu, sedangkan hidup kita dasari dengan iman kepada Allah dan rukun iman lainnya, maka Allah akan memberkahi hidup dan perjuangan kita. Allah akan membalasnya di akhirat dengan surga. Setiap pilihan memiliki konsekuensi dan balasannya yang adil.

Coba kita ingat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah menerangkan bahwa akhirat jauh lebih penting daripada dunia. Beliau bersabda, “Perbandingan dunia dengan akhirat, seperti seseorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya.” (HR. Muslim).

Di sini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin menegaskan betapa luar biasanya perbandingan akhirat dengan dunia. Dunia hanya sekedar sisa air yang tertinggal di jari sewaktu dicelupkan dan diangkat darinya, sedangkan laut yang luas itu ibarat akhirat yang kekal dan abadi.

Baca Juga :  Memupuk Optimisme Umat dengan Inspirasi Kisah Nabi Yusuf As - Bagian (1)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, “Barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah akan meletakkan rasa cukup di dalam hatinya dan menghimpun semua urusan untuknya serta datanglah dunia kepadanya dengan hina. Tapi barangsiapa yang kehidupan dunia menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah meletakkan kefakiran di hadapan kedua matanya dan mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak bakal datang kepadanya, kecuali sekedar yang telah ditetapkan untuknya.”(HR. Tirmidzi)

Di dalam Al Quran, Allah subhanahu wa ta’ala dengan sangat jelas menerangkan bahwa yang harus kita kejar adalah kebahagiaan akhirat. Karena secara tidak langsung, dunia pun akan kita dapat.

Kontributor: Ummu Naura
Editor: Oki Aryono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here