Ibu Mulia Dambaan Surga

Ibu Mulia Dambaan Surga

Ilustrasi ibu hamil. Foto: pixabay.com

Suaramuslim.net – Bulan Desember adalah bulan yang istimewa bagi para ibu. Salah satu hari di bulan tersebut dipersembahkan untuk para ibu. Tanggal 22 Desember secara umum di Indonesia diperingati sebagai hari ibu. Pada hari tersebut beberapa keluarga memberikan kado spesial bagi para ibu termasuk dengan membebaskan mereka dari tugas sehari-harinya dalam mengurus rumah tangga. Demikianlah masyarakat telah memosisikan para ibu dengan tempat yang spesial.

Begitu pun Allah SWT telah menempatkan ibu pada posisi yang mulia. Allah telah menjadikan surga berada di telapak kaki ibu. Sebagaimana Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadis riwayat imam Ibnu Majah, imam An Nasa’i, imam Ahmad, dan imam Ath Thabrani dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir yang menyatakan bahwasanya Muawiyah bin Jahimah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ” Wahai Rasulullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta petunjukmu.” Nabi SAW bersabda, “Apakah engkau memiliki ibu?” “Iya” jawabnya. “Menetaplah dengannya, karena sungguh surga itu di bawah kedua kakinya,” perintah Rasul.

Dalam hadis ini Allah SWT meletakkan peran ibu pada posisi yang mulia. Bahwa rida ibu akan bisa mengantarkan anaknya ke dalam surga. Dengan bimbingan dan keridaan ibu, anak bisa masuk surga. Hal itu bisa terwujud ketika ibu berupaya dengan optimal menjalankan perannya sebagai ibu. Dengan demikian harapannya tidak hanya anaknya yang bisa masuk surga tapi juga bersama dengan ibunya. Untuk itu, ibu tentunya harus paham tugas dan perannya.

Ketika Allah SWT menempatkan ibu dalam posisinya yang mulia, Allah SWT juga telah menetapkan peran dan tanggung jawab bagi para ibu. Yaitu sebagai umm wa robbatul bait, ibu dan pengatur rumah tangga. Secara fitrah Allah SWT telah mengaruniakan para ibu dengan fisik yang dapat menunjang perannya. Mulai dari mengandung, melahirkan, dan menyusui. Namun tak hanya itu. Ibu juga memiliki tanggung jawab untuk mengasuh, merawat, juga mendidik anak-anaknya. Selain itu juga ada peran sebagai robbatul bait pengatur rumah tangga. Dalam hal ini ibu bertanggung jawab menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi seluruh anggota keluarga. Hingga rumah menjadi layaknya surga.

Pada saat para ibu menjalankan semua tanggung jawabnya ini, Allah SWT telah menghadiahkan mereka pahala yang melimpah. Ketika seorang ibu berpayah-payah dalam kehamilannya, Allah SWT menjadikan setiap kepayahannya itu menjadi ladang pahala baginya. Juga pada saat ibu melahirkan dan menyusui. Allah SWT telah menjanjikan pada kedua aktivitas tersebut pahala yang besar. Bahkan bagi ibu yang meninggal saat melahirkan disamakan dengan orang yang mati syahid.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW saat menjenguk Ubadah yang sedang sakit. Pada saat itu Rasulullah SAW bertanya, “Tahukah kalian siapa orang yang mati syahid di kalangan umatku?” Ubadah menjawab, “Ya Rasulullah, mereka lah orang yang sabar yang selalu mengharap pahala dari musibahnya.”

Rasulullah SAW lalu mengarahkan, “Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku cuma sedikit. Orang yang mati berjihad di jalan Allah syahid, orang yang mati karena tha’un syahid, Orang yang mati tenggelam syahid. Orang yang mati karena sakit perut syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya.” (HR. Ahmad).

Demikian pula dengan peran dan tanggung jawab ibu yang lain. Ketika semuanya dijalankan dengan keikhlasan maka pahala pun akan mengalir.

Namun untuk menjalankan semua peran itu, para ibu tentunya harus berusaha mencari tahu dan memahami setiap perannya. Terutama dalam perannya mendidik anak. Saat ini di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga globalisasi dunia, ibu dituntut untuk smart menghadapi semuanya. Menjaga dan menyiapkan anak untuk bisa mengarungi kehidupan ini dengan landasan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Apalagi jika para ibu memahami bahwa anak adalah generasi penerus bangsa. Maka di pundaknya lah tugas besar menanti. Mendidik para calon pemimpin bangsa.

Terlepas dari tanggung jawab itu semua, seorang ibu sudah selayaknya bersyukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan-Nya. Karena dengan menjalankan semua tugasnya itu para ibu bisa mendapatkan peluang besar untuk bisa meraih syurga-Nya.

Desi Maulia, S.K.M

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on whatsapp
Share on WhatsApp
Share on telegram
Share on Telegram

Leave a comment

Wakaf

10.000 Al-Quran

Persembahkan Pahala Amal Jariyahnya untuk Orang Tua dan Keluarga Tercinta.