Imam masjid se-Pantura berharap UKIM jadi program Pemprov Jatim

GRESIK (Suaramuslim.net) – Puluhan imam masjid dari sejumlah masjid di kawasan pantura Jawa Timur, yakni Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik, menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian Gubernur Jatim dengan adanya UKIM atau Uang Kehormatan Imam Masjid dan berharap UKIM menjadi program Pemprov Jatim agar berlanjut secara paten.

“Terima kasih. Program UKIM ini merupakan bentuk perhatian Ibu Gubernur kepada kami yang berada di bawah. Program ini sangat membantu, terutama bagi kami yang ada di pelosok. Di sini ada lima imam tapi baru kami yang menerima, semoga nanti imam lain juga,” kata imam Masjid Sabilul Huda, Trucuk, Bojonegoro, Sukoco, Senin (21/9/26).

Menurut dia, program UKIM tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tapi dirinya juga bisa membantu masyarakat pelosok yang belum pernah menerima bantuan.

“Ini program yang sangat membantu, jangan sampai program yang baik seperti ini menjadi sorotan, sehingga program tidak berlanjut. Kalau bisa, program ini menjadi program Pemprov Jatim,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan imam Masjid Al-Barokah, Watualang, Kabupaten Ngawi, Rohmat Maulana.

“Alhamdulillah, program yang sangat membantu, kami sudah menerimanya bulan Juli lalu. Sebagian juga saya tasharrufkan kepada imam lain di masjid ini dan juga marbot. Semoga program ini jalan terus untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan imam masjid dari Ngawi, yakni Wiyono yang menjadi imam di Masjid Al Amin, Blandongan, Mantingan, Ngawi.

“Terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur. Ini masjid lama tahun 1980-an yang baru dibangun tahun 2022, masyarakat di sini memang abangan, jadi dukungan pemerintah lebih pas, bukan dari masjid,” katanya.

Selain masjid di Ngawi yang berada di kawasan abangan, masjid di Kabupaten Tuban yang berdiri di pinggiran laut dan dibangun di atas kawasan Pantai.

“Terima kasih dengan program UKIM yang sangat membantu kami, karena mayoritas jamaah juga nelayan yang fokus kerja di tengah lautan,” kata imam Musholla Ath Thohiriyah, Karangsari, Tuban, Moh Sahal.

Ungkapan yang sama juga disampaikan imam masjid dari Kabupaten Lamongan.

“UKIM itu sangat membantu, karena nilainya bukan nominalnya tapi perhatian kepada kami dari imam masjid yang selama ini memang mandiri. Kalau bisa ada lagi,” kata imam dari Musholla Al-Miftah, Desa Ngujungrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Slamet.

Harapan yang sama juga disampaikan imam Masjid Bairurrohman, Cerme, Gresik, Chamim Thohari.

“Kalau boleh usul, jarak waktu penyaluran diperpendek, karena di masjid ini ada tujuh imam, jadi bisa setiap tahun, apalagi Pemkab Gresik juga sudah meniru program serupa khusus marbot yang sudah dua kali disalurkan pada setiap Ramadhan,” katanya, didampingi Sekretaris DMI Gresik, HM Farid, saat menerima Tim Monev UKIM dari DMI Jatim.

Sementara itu, Sekretaris DMI Jatim HM Suhadi yang juga Ketua Yayasan Demasindo Jatim menjelaskan program UKIM sudah terlaksana delapan tahun (2019-2026).

Pelaksanaannya bertahap, karena data tahun 2025 di Jatim tercatat 52.712 masjid yang terdaftar di DMI Jatim, padahal setiap masjid memiliki 2-3 imam, apalagi masjid besar seperti Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) memiliki 7-8 imam.

“Karena itu, program UKIM yang sudah dilaksanakan secara bertahap selama delapan tahun itu masih belum menyentuh seluruh imam di seluruh masjid di Jatim, karena rata-rata setiap tahun ada 12.500 imam masjid yang menerima UKIM, bahkan tahun 2026 ini hanya 9.000 imam masjid yang menerima. UKIM yang diterima itu senilai Rp2,5 juta per-imam,” katanya.

Artinya, UKIM pada tahun 2025 mencapai Rp31,25 miliar, sedangkan UKIM 2026 mencapai Rp22,5 miliar.

“Itu merupakan perhatian Pemprov Jatim yang sudah menunjukkan kepedulian luar biasa, meski selama delapan tahun belum semua imam masjid yang menerima,” katanya.

Saat ini, DMI Jatim memiliki tiga program unggulan, yakni UKIM, Masjid Award (berbagai kategori masjid) dan Halal Center untuk UMKM sekitar masjid, sehingga masjid hadir dalam pendampingan dan pelayanan untuk pengelola/pengurus masjid, jamaah masjid, dan masjid-nya.

“Jadi, bukan hanya jamaah yang memakmurkan masjid, tapi masjid juga memakmurkan jamaah, termasuk imam atau takmirnya,” katanya.

Pewarta: Mutia Arifin
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.