Indonesia Belum Menjadi Kesatuan Ekonomi

Ilustrasi : Ketimpangan Ekonomi (Foto: mysharing)

SURABAYA (suaramuslim.net) – Indonesia yang terbentang membujur 8.514 kilometer dari Sabang sampai Merauke memiliki lebih dari 17.000 pulau masih belum menjadi satu kesatuan ekonomi. Ketimpangan antara satu daerah dengan daerah lain begitu nyata dan pembangunan masih terpusat di wilayah tertentu.

Emil Dardak, Bupati Trenggalek, dalam Obrolan Aktual Seputar Kebangsaan (OASE BANGSA) Suara Muslim pada Rabu (25/10) di Surabaya mengatakan Indonesia belum menjadi satu kesatuan ekonomi yang utuh.

-Advertisement-

“Indonesia adalah negara yang begitu besar namun tidak terkoneksi, ongkos kirim dari daerah maju ke daerah yang belum maju begitu mahal akibat ketimpangan. Trenggalek dengan Jogja dan Malang yang sama-sama berada di selatan Jawa misalkan, jika satu daerah yang belum maju dengan daerah yang sudah maju terkoneksi, maka Indonesia baru bisa disebut sebagai satu kesatuan ekonomi” ujar Emil.

Senada dengan Emil, Pakar Ekonomi Unair Dr. Imron Mawardi mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat bagus namun jumlah penduduk miskin tetap bertahan di angka 27 juta jiwa karena pembangunan hanya terjadi di daerah tertentu.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 masih 5,01% dan dalam  triwulan 2 cukup baik di tengah ekonomi global yang masih lesu. Jika dilihat dari sisi makro bagus. Namun itu justru paradoks karena saat ekonomi baik jumlah pengangguran dan kemiskinan tidak turun, karena percepatan pembangunan masih fokus di daerah maju” kata Imron.

Reporter : Ahmad Jilul Qur’ani Farid

Editor : Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here