Ibrah dari Polemik Perppu Ormas

Dahnil Anzar Simanjuntak

Pertama, kami sejak awal tentu bersepakat dengan upaya pemerintah melawan organisasi yang tidak bersesuaian dengan Pancasila dan NKRI. Namun upaya untuk melawan mereka, jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan demokrasi dan penegakan hukum yang menjadi ruh utama Pancasila.

Kedua, Perppu Ormas yang sudah disetujui oleh DPR RI dan disahkan mejadi Undang-Undang tersebut berpotensi mengancam demokrasi dan Negara hukum. Karena membuka peluang bagi pemerintah berlaku repressive dan mengabaikan hukum. Karena kecenderungan kekuasaan memiliki patologi abuse of power, apalagi sudah bermodal legalitas hukum untuk berlaku represif.

-Advertisement-

Maka, kami mempersilahkan berbagai kelompok yang tidak bersepakat untuk melakukan protes dengan cara elok melalui proses hukum, uji materi misalnya. Dan menghormati proses Demokrasi yang Sudah terjadi DPR. Meskipun sejatinya menurut saya terang Perppu Ormas yang disepakati oleh Pemerintah tersebut mencederai demokrasi itu sendiri. Namun, kedewasaan publik menghormati proses demokrasi penting untuk dirawat.

Ketiga, bagi kami polemik Perppu Ormas kali ini, memiliki ibrah (pembelajaran) bagi semua pihak, terutama organisasi atau kelompok yang sering menyebut demokrasi dan Pancasila adalah sistem kafir, Thogut dan tidak Islami. Justru faktanya demokrasi dan Pancasila sangat Islami Karena memberikan ruang dialog (musyawarah) yang sangat Luas dan melawan represifitas. Bahkan mereka yang menghujat demokrasi saya kira harus berkaca, fakta bahwa demokrasi dan Pancasila saat ini ideal dan cocok sebagai ijtihad sistem Politik dan nilai bersama yang paling ideal saat ini bagi Indonesia. Karena faktanya mereka sendiri berlindung dibalik demokrasi.

Keempat, Perppu Ormas yang sudah disahkan DPR menjadi Undang-Undang, bagi kami tidak akan efektif menekan berkembangnya ideologi anti-Pancasila. Malah justru memberikan ruang mereka melakukan konsolidasi lebih luas karena doktrin-doktrin ini seringkali membesar dibawah tekanan penguasa. Oleh sebab itu memukul tidak selalu efektif untuk meredam mereka. Jalan yang paling efektif adalah dialog intens dimana pelurusan cara pandang mereka terkait dengan tafsir Agama yang absolut tentang Khilafah misalnya, bisa diluruskan. Dialog adalah jalan yang paling beradab melawan ideologi utopis anti-Pancasila dan demokrasi tersebut, namun tidak boleh dilawan dengan cara anti demokrasi juga, sehingga sulit membedakan kelompok anti demokrasi dengan Pemerintah yang berlaku anti demokrasi juga.

Salam
Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.