Informasi dan Pendidikan
Ilustrasi akses informasi (Ils: Freepik)

Suaramuslim.net“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik yang membawa berita, maka lakukanlah penelitian (tabayyun); agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum dengan tidak mengatahui (fakta yang sebenarnya), sehingga jadilah kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Terjemah Q.S. Al Hujurat: 6).

Pesan ayat Al Quran itu begitu jelas: dalam menerima informasi, perhatikan kredibilitas sumber berita! Waspadai jika berita itu bersumber dari orang fasik.

Asbabun nuzul ayat ini berkaitan dengan kisah al-Walid bin Uqbah. Ia diutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menarik zakat dari Bani Musthaliq yang telah menyatakan masuk Islam. Al-Walid tidak berhasil menarik zakat dan pulang kembali ke Madinah dengan membawa laporan bahwa Bani Mushthaliq telah murtad dari Islam.

Nabi pun bersiap-siap mengirimkan pasukan ke Bani Musthaliq. Tapi, sebelum itu terjadi, datanglah utusan Bani Mushthaliq dan membantah berita al-Walid. Maka turunlah ayat itu. Bahkan ayat tersebut memberi julukan yang hina kepada Al Walid, yaitu si “fasik”, tegasnya seorang pembohong.

Baca Juga :  Membaca Perubahan dalam Pelajaran Membaca

Ibnu Zaid, Muqatil, dan Sahl bin Abdullah memberi arti orang fasik sebagai pembohong. Sedangkan Abul Hasan al Warraq memberi arti orang fasik sebagai orang yang tidak segan-segan menyatakan suatu perbuatan dosa. (Lihat, Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al Azhar, Juz XXVI, hal. 191-192).

Senjata Setan

Kisah itu mengisyaratkan betapa pentingnya kaum muslim sangat berhati-hati dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi. Silakan menerima informasi dari kaum fasik, tapi harus dilakukan tabayyun terlebih dahulu. Lakukan cek dan ricek. Jangan percaya begitu saja informasi dari kaum fasik, apalagi kaum kafir.

Bahkan, secara khusus, Al Quran mengingatkan bahwa musuh utama para Nabi –dan tentu juga para pengikut Nabi– adalah setan-setan jenis manusia dan setan-setan jenis jin yang senantiasa menyebarkan ”kata-kata indah” (zukhrufal qaul), dengan tujuan untuk menipu manusia. (QS Al-An’am: 112).

Iblis pun menggoda Adam dan Hawa dengan kata-kata indah dan ungkapan yang menawan, bukan dengan kata-kata kasar, sehingga berhasil membujuk Adam dan Hawa melanggar larangan Allah. (QS Al A’raaf: 20-22).

Baca Juga :  Game of Throne; Berebut Singgasana untuk Tujuan Apa?

Henry Martyn, tokoh misionaris terkenal dengan ungkapannya, “Aku datang untuk menemui umat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta.”

Perang Salib telah gagal, begitu kata Henry Martyn. Karena itu, untuk “menaklukkan” dunia Islam perlu resep lain: gunakan “kata, logika, dan kasih”. Bukan kekuatan senjata atau kekerasan.

Hal senada dikatakan misionaris lain, Raymond Lull, “Saya melihat banyak ksatria pergi ke Tanah Suci, dan berpikir bahwa mereka dapat menguasainya dengan kekuatan senjata, tetapi pada akhirnya semua hancur sebelum mereka mencapai apa yang mereka pikir bisa diperoleh.”

Lull mengeluarkan resep: Islam tidak dapat ditaklukkan dengan darah dan air mata, tetapi dengan cinta kasih dan doa. Menurut Eugene Stock, mantan sekretaris redaksi Church Missionary Society, tidak ada figur yang lebih heroik dalam sejarah Kristen dibandingkan Raymond Lull. Lull adalah misionaris pertama dan mungkin terbesar yang menghadapi para pengikut Muhammad.

Ungkapan Lull dan Martyn itu ditulis oleh Samuel M Zwemmer, misionaris Kristen terkenal di Timur Tengah, dalam bukunya yang berjudul Islam: A Challenge to Faith (1907). Buku yang berisi resep untuk “menaklukkan” dunia Islam itu disebut Zwemmer sebagai “beberapa kajian tentang kebutuhan dan kesempatan di dunia para pengikut Muhammad dari sudut pandang missi Kristen”.

Baca Juga :  PKS Larang Kadernya Sebarkan Hoax

Informasi memang hal teramat penting dalam kehidupan manusia. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan: “Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu, dan lidahmu.”

Kini, apa yang sudah dilakukan oleh umat Islam dalam berjuang dalam menghadapi penyesatan informasi di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan?*

Lanjut ke halaman 2

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.