Ini Yang Harus Dilakukan Sebelum Bencana Datang

Ini Yang Harus Dilakukan Sebelum Bencana Datang

Ilustrasi: Bencana Tsunami. (Ils:Novitasari)
Ilustrasi: Bencana Tsunami. (Ils: Novitasari).

Suaramuslim.net – BMKG mengumumkan skenario terburuk terjadi gempa M 8,7 dan tsunami 30 meter di wilayah Jawa Timur.

Mestinya pihak Pemerintah Jawa Timur segera membuat arahan pengurangan risiko bencana di setiap kabupaten/kota. Salah satu yang bisa segera dilakukan adalah peningkatan kapasitas masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat sadar bencana merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan risiko bencana.

Hasil survei menunjukkan bahwa warga selamat karena pertolongan diri sendiri 35%, keluarga 32%, tetangga 28%, sisanya dari luar 5% (mungkin BPBD/SAR/PMI dll).

Upaya penyelamatan diri dan keluarga mencapai 67%, ini berarti pengetahuan tentang ancaman bencana yang ada di sekitar harus dipahami oleh seluruh anggota keluarga dan tetangganya. Baik yang manula, balita dan yang difabel.

Sebagai keluarga harus bahu membahu dan saling mengingatkan bahwa hanya mereka yang bisa menyelamatkan.

Jadi setiap orang, setiap keluarga dan setiap kampung sadar akan ancaman di sekitarnya maka 95% akan selamat dan hampir tidak butuh bantuan dari luar.

Pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana mengingat setiap terjadi bencana selalu ada sebagian desa yang terisolasi.

Oleh karena sudah dibekali ilmu, maka masyarakat yang terisolasi bisa bertahan hidup dengan pengetahuan dan persediaan yang dipunyai.

Dukungan komunitas terpadu antara pemerintah dan sektor swasta sangat dibutuhkan dalam peningkatan ketangguhan dan kapasitas masyarakat.

Langkah mitigasi sebelum ada bencana

  1. Buat pertemuan warga untuk diskusikan kemungkinan terjadinya gempa dan apa yang harus kita lakukan agar selamat. Sangat disarankan membentuk Satgas Tangguh Gempa. Mengetahui bagaimana cara menghadapi gempa akan mengurangi rasa takut dan was-was.
  2. Sediakan atau sisihkan satu tempat atau ruang aman (safe places) dalam kamar, kantor ataupun sekolahan atau rumah sakit. Ruangan itu bisa ada di bawah meja; ruangan itu jauh dari benda-benda yang menggantung, jendela, rak buku atau furnitur. Makin dekat kita dengan ruang aman tadi makin kecil kemungkinan terluka, jarak minimal <1,5 meter. Kita bisa terluka karena saat terjadi goncangan biasanya akan banyak benda-benda jatuh atau berterbangan.
  1. Berlatihlah gerakan ini, merunduk, berlindung dan pegangan. Merunduk di lantai, berlindung di bawah meja dan memegang kaki meja. Jika jauh dari meja duduklah di lantai dekat dengan tembok, lindungi kepala dan leher dengan tangan. Latihan terus menerus akan menjadi gerakan reflek dan akan melindungi dari kemungkinan terluka. Latihan minimal 2 kali dalam setahun.
  2. Sediakan senter dan sepatu boot di bawah tempat tidur. Gempa bisa memutuskan jaringan listrik dan menyebabkan kehancuran sehingga banyak benda-benda tajam yang berhamburan.
  3. Kalau rumah kita diasuransikan tanyakan ke pihak asuransi bagaimana cara berlindung dari gempa. Dampak gempa tempat satu dengan lainnya akan berbeda kebutuhan-kebutuhan dalam berlindung. Bila kita bermukim di daerah sesar aktif (ada pegeseran berpotensi terjadi gempa), maka segeralah pertimbangkan untuk mengajukan asuransi.
  1. Informasikan kepada anak anak, kakek nenek, tamu, babi sitter, dan lainnya tentang rencana prosedur serta titik kumpul di luar rumah bila terjadi gempa. Setiap orang yang ada di rumah harus tahu apa yang akan dikerjakan, walau kita tidak ada di rumah.
  2. Pastikan rumah kita menggunakan standar dan izin bangunan yang berlaku sesuai dengan standar bangunan tahan gempa. Demikian pula pondasi yang dipakai. Jika kita tidak yakin akan keamanan bangunan kita hubungi ahli profesional di bidang ini. Umumnya bangunan dengan pondasi asal-asalan sering hancur karena gempa.
  1. Jika punya pemanas air dengan gas, maka ikat kuat pemanas air dan klem pipa gas ditembok dengan kuat. Jika bak dan pemanas air lepas dan pipa gas terlepas akan terjadi kebakaran. Perlu diingat bahwa air yang ada di bak pemanas mungkin akan menjadi salah satu sumber air bersih yang dipunyai. Pemasangan oleh ahli yang bersertifikat sangat disarankan.
  1. Ikat dan paku di tembok barang-barang seperti lemari, rak buku, kabinet dan furnitur. Lampu gantung juga harus diikat.
  2. Jauhkan barang-barang yang ditempel di tembok seperti gambar dan kaca dari tempat tidur atau tempat duduk.
  3. Gudang penyimpanan pestisida, penyemprot hama dan barang-barang yang mudah terbakar harus tertutup rapat.
  4. Binatang-binatang peliharaan harus diupayakan aman saat terjadi gempa. Bila ada masyarakat yang memelihara binatang buas maka diminta untuk membuat kandang yang kuat atau dilarang memelihara binatang buas.
  5. Sudah sesuaikah bangunan kita dengan standar bangunan tahan gempa dan tata ruang? Bila ragu mintalah seorang ahli profesional untuk mengevaluasi bangunan kita.

 

Amien Widodo
Peneliti Senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment