Inilah Hasil Kongres Nasional Alumni 212

433
Pimpinan Presidium Alumni 212 memimpin jalannya Kongres Nasional Alumni 212 (Dok Suaramuslim)

JAKARTA (suaramuslim.net) – Kongres Nasional Alumni 212 yang diikuti oleh peserta dari 22 Provinsi yang diselenggarakan oleh Presidium Alumni 212 di Wisma Persaudaraan Haji Indonesia Jakarta pada Kamis (30/11) hingga Jum’at (1/12) telah diakhiri, dengan hasil berupa rekomendasi kepada Umat Islam yang diberi judul Maklumat Jakarta yang akan disampaikan dalam Reuni Alumni 212 di Lapangan Monumen Nasional pada Sabtu (2/12).

Ketua Presidium Alumni 212 KH Slamet Maarif kepada suaramuslim.net menyampaikan hasil dari Kongres Nasional Alumni 212 yang berjudul Maklumat Jakarta tersebut.

“Hasil yang telah disepakati dari Kongres Nasional Alumni 212 yang pertama adalah membai’at Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia, sekaligus mendesak kepada Kepolisian untuk menghentikan segala kasus yang tidak masuk akal yang dituduhkan kepada beliau” kata KH Slamet Maarif.

Selain itu KH Slamet Ma’arif menambahkan Kongres Nasional Alumni 212 juga melakukan penyikapan atas timpangnya penegakan hukum di Indonesia.

“Kedua Kongres Nasional Alumni 212 menyikapi penegakan hukum di Indonesia yang tebang pilih dan ada politik balas dendam, hukum bercampur dengan kepentingan politik, dengan menuntut tegaknya supremasi hukum yang adil” jelas KH Slamet Ma’arif.

Kemudian dalam aspek ekonomi KH Slamet Ma’arif menyebut perlunya bangsa Indonesia melawan cengkraman ekonomi asing.

“Poin ketiga, Bangsa Indonesia perlu diselamatkan secara ekonomi dari Asing dan Aseng, ada negara diatas negara dimana Asing dan Aseng mengendalikan ekonomi kita” ujar KH Slamet Ma’arif.

Lalu dalam aspek Politik Kongres Alumni 212 merekomendasikan umat Islam untuk mendukung dan memenangkan Partai Politik yang memiliki keberpihakan terhadap aspirasi umat Islam.

“Terakhir Kongres Nasional alumni 212 menghimbau kepada umat Islam untuk mendukung dan menguatkan partai yang menolak Perppu Ormas dan memperjuangkan penegakan hukum terhadap penista agama, jadi kami menghimbau untuk tidak memilih Partai yang mendukung penista agama” pungkas KH Slamet Ma’arif.

Reporter: Ahmad Jilul Qur’ani Farid

Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here