Organ tubuh manusia. Foto: halodoc

Suaramuslim.net – Saat berpuasa, kamu tidak makan dan minum selama hampir 14 jam. Ini tentunya memberi dampak besar pada kondisi tubuh. Pada hari-hari pertama, kamu mungkin akan merasa lemas dan pusing. Namun bila dilakukan secara sehat, puasa dipercaya dapat mendatangkan banyak manfaat baik untuk kesehatan.

Untuk memastikannya, kamu perlu tahu dulu apa saja yang terjadi di dalam tubuhmu selama berpuasa.

Perubahan gaya hidup yang terjadi selama bulan puasa, baik pola makan, tidur, dan kebiasaan sehari-hari menyebabkan terjadinya banyak perubahan di dalam tubuh, mulai dari perubahan fisiologi (yang berhubungan dengan komposisi tubuh dan fungsi organ), hematologi (yang berhubungan dengan darah dan cairan), dan biokimia darah (yang berhubungan dengan elektrolit tubuh). Perubahan ini disebut juga sebagai fisiologi berpuasa.

Puasa menurunkan berat badan dan kolesterol di dalam tubuh

Dikutip dari hellosehat, perubahan yang terjadi di dalam tubuh saat berpuasa akan berbeda-beda, tergantung dari lamanya kita berpuasa. Secara teknis, tubuh baru masuk ke “fase puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, di mana usus selesai menyerap berbagai macam nutrisi dari makanan.

Pada kondisi normal, glukosa tubuh tersimpan di liver dan otot sebagai sumber energi utama. Selama puasa, penyimpanan glukosa inilah yang dibakar pertama untuk memasok energi bagi tubuh kita, sehingga kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa.

Setelah penyimpanan ini habis, lemaklah yang menjadi sumber energi selanjutnya. Meskipun sebenarnya, penyimpanan glukosa di liver tidak dihabiskan penuh, masih ada sisa sebagai cadangan energi jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan melakukan fungsi lainnya di dalam liver.

Jika puasa dilakukan berkepanjangan, tubuh terpaksa menggunakan protein sebagai sumber energi. Penggunaan protein sebagai sumber energi adalah tidak sehat. Hal ini dikarenakan protein yang dipecah berasal dari otot, sehingga otot lama kelamaan menjadi kecil dan lemah.

Namun, pada puasa Ramadan, kita hanya berpuasa selama kurang lebih 13-14 jam, tepat di waktu pergantian sumber energi dari glukosa liver ke lemak, sebagai sumber energi kedua. Puasa Ramadan tidak menyebabkan pemecahan protein, sehingga komposisi otot kita tidak akan berkurang.

Penggunaan lemak ini sangat bermanfaat dalam penurunan berat badan sekaligus penurunan kolesterol darah. Penurunan berat badan menyebabkan kontrol diabetes yang lebih baik dan menurunkan tekanan darah. Sedangkan penurunan kolesterol darah menghindarkan seseorang dari berbagai penyakit metabolik seperti obesitas, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Benarkah puasa memicu proses detoksifikasi?

Proses detoksifikasi juga terjadi dalam tubuh saat puasa. Berbagai macam toksin (racun) yang tersimpan dalam lemak terpecah dan dapat dikeluarkan dari tubuh.

Setelah beberapa hari berpuasa, ada hormon yang meningkat yaitu endorfin. Hormon yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini menyebabkan perbaikan kewaspadaan, daya kognitif, dan kesehatan mental.

Namun, pembatasan asupan cairan bisa menyebabkan tubuh kita kehilangan beberapa elektrolit tubuh. Sebuah penelitian Attarzadeh Hosseini SR et al (2013) menunjukkan bahwa terdapat penurunan komposisi air dan potasium selama puasa.

Namun, pembatasan cairan ini sudah tergantikan oleh fungsi ginjal yang sangat efisien mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga kita tidak jatuh pada keadaan dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.

Berikut beberapa perubahan fungsi organ yang terjadi selama kamu menjalankan puasa yang dilansir dari halodoc.

1. Mulut

Meskipun tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berpuasa, tapi kelenjar air liur tetap bekerja memproduksi air liur untuk mencegah mulut menjadi kering. Ini bisa mencegah bau mulut.

2. Lambung

Produksi asam lambung menurun saat kamu berpuasa. Ini untuk mencegah terkikisnya dinding lambung oleh asam, karena tidak adanya asupan makanan untuk digiling, sehingga luka lambung bisa dihindari.

3. Pankreas

Dalam keadaan normal, pankreas berfungsi untuk memproduksi insulin, hormon yang mengubah glukosa agar dapat disimpan menjadi cadangan energi. Namun selama puasa, produksi insulin berhenti dan hormon ini memberitahu liver untuk memecah penyimpanan gula yang terdapat di dalam liver. Produksi digestive juice juga menurun.

4. Usus kecil

Karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama belasan jam, usus kecil pun bisa beristirahat dari pekerjaannya untuk sementara, yaitu mengolah makanan dan menyerap nutrisi. Usus kecil hanya bergerak secara regular saja setiap 4 jam.

5. Usus besar

Usus besar mengontrol penyerapan air selama kamu berpuasa untuk menjaga keseimbangan cairan.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.