Ustadz Bairus Salim (tengah) saat foto sesi bersama para penguji usai siding terbuka, foto: Teguh Imami/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Kegembiraan terpancar jelas di raut muka Ustaz Bairus Salim pasca dinyatakan lulus saat ujian doktor pada momen sidang terbuka. Pasalnya, kerja kerasnya diganjar nilai cumlaude dan menjadi lulusan tercepat.

“Alhamdulillah rasanya bahagia dan haru bisa menyelesaikan perjuangan S3 selama 2 tahun lebih ini. Setengah tidak percaya, kemarin baru saja S2, namun kini sudah S3, tentu beban semakin bertambah yang harus terus disyukuri,” ujar ustaz Bairus saat ditemui usai sidang terbuka di ruang Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Gedung Twin Tower B Lantai 3. Jl A. Yani No. 117, Senin (20/1).

Pria kelahiran Pamekasan Madura 40 tahun silam tersebut mengaku tidak memiliki tips khusus, hanya saja berbekal srategi dan doa orang tua.

“Doa orang tua sangat penting bagi saya. Saya selalu meminta doa kepada orang tua ketika punya hajat. Alhamdulillah doa orang tua lebih manjur. Selain itu, memang saya memiliki strategi khusus untuk lulus tercepat,” terangnya.

“Strategi saya sejak semester 1 sudah mengajukan judul dan konsultasi, semester dua sudah selesai bab 2, semester 3 sudah bab 3, dan semester 4 sudah penelitian. Normalnya S3 harus diselesaikan selama 8 semester, namun saya bisa selesai dalam 5 semester,” tambahnya.

Ustaz Bairus, sapaan akrabnya, dalam penelitiannya menggunakan metode khusus yang diperkenalkan Griya Al-Qur’an bernama Sahabat Tahfidz.

“Metode ini sudah saya terapkan bersama tim di Griya Al-Qur’an Indonesia, dan memang terbukti berhasil untuk memantik orang menghafal lebih banyak dan cepat, dulu Griya Al-Qur’an masih menggunakan metode konvensional saat mengajar menghafal, namun kini menggunakan metode Sahabat Tahfidz, semua ustaz dan santri sudah bisa menggunakan metode dengan mudah,” jelasnya.

Ustaz Bairus mendapat apresiasi yang luar biasa dari Evi Fatimatur Rosyidah selaku salah satu penguji karena keteguhannya untuk mendalami Al-Qur’an.

“Luar biasa sekali Pak Bairus, bagaimana Al-Qur’an diperjuangkan dan secara mendalam. Pak Bairus bisa mempertahakan pengajaran yang dipraktikkan bagi masyarakat luas,” ujar penguji perempuan tersebut.

Ustaz Bairus lulus doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang ke-534. Ketua pengujinya Prof Dr H Aswadi M.Ag dan sekretaris Prof Dr Hj Husniyatus Salamah Z, M.Ag.

Ia menulis disertasi berjudul “Pengembangan Model Friendship Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al Qur’an di Griya Al-Qur’an Surabaya.”

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.