Begini Cara Penyebaran Agama Islam di Pulau Sulawesi

1635
Begini Cara Penyebaran Agama Islam di Pulau Sulawesi
Begini Cara Penyebaran Agama Islam di Pulau Sulawesi

Suaramuslim.net – Penyebaran agama akan berkembang secara pesat jika pimpinan di daerah itu mendukung. Ini terbukti di Sulawesi. Islam berkembang sangat pesat saat raja-rajanya memeluk Islam. Begini Ulasannya.

Ribuan pulau yang ada di Indonesia, telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau sejak lama. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi.

Agama Islam masuk ke Sulawesi sejak abad ke-16, yang menjadi pusat peradaban Islam di Sulawesi adalah Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa secara geografis, terletak di daerah Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan saat ini. Islam masuk ke dalam kerajaan tersebut pada saat masa kekuasaan Sombayya Ri Gowa I Mangngarrangi Daeng Mangrabia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin Awalul Islam raja Gowa ke-14. Sultan Alaudin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa adalah orang kerajaan pertama yang memeluk Islam pada tahun 1603.

Meski Sultan Alaudin Al Awwal baru memeluk Islam pada tahun 1603, namun menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, Pada tahun itu, di tanah Sulawesi sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.

Islam Berkembang di Sulawesi Pada Abad ke -17

Meski telah masuk sejak abad ke 16, Islam baru mengalami perkembangan pesat pada abad ke-17 setelah raja-raja Gowa dan Tallo menyatakan diri masuk Islam. Islam dinyatakan resmi sebagai agama kerajaan Gowa pada tanggal 9 Jumadil Awal 1051 H / 20 September 1605 M.

Hubungan dagang antar pulau di Indonesia menjadi salah satu media dakwah Islamiyah pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan Islam. Pada abad ke-16 pelabuhan Gresik mempunyai arti sangat penting dalam perdagangan dan penyebaran agama Islam.

Banyak pedagang dari luar Jawa, seperti dari Maluku (ternate, Hitu), Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain datang ke Gresik untuk berdagang dan belajar agama Islam di pesantren Sunan Giri. Setelah kembali ke daerahnya, mereka berusaha menyebarkan agama Islam disertai para santri yang sengaja dikirim secara khusus oleh Sunan Giri. Di antara mereka adalah para pedagang dari Makasar dan Bugis. Maka masuklah agama Islam ke Sulawesi yang diterima oleh para penduduk pantai tempat aktivitas perdagangan berlangsung.

Tak hanya menyebar di pulau Sulawesi melalui hubungan dagang, Islam juga menyebar melalui dakwah para Ulama Kerajaan Goa. Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.

Reporter: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here