Ke Mana Perginya Selera Humor?

Ke Mana Perginya Selera Humor?

“Orang humoris sulit disantet”

Suaramuslim.net – Peryataan di atas saya kutip dari seorang praktisi supranatural terkenal yang konon pernah menyantet Goerge Bush saat datang ke Indonesia. Meskipun saya bukan ahli supranatural saya mencoba mempelajarinya lewat teori psikologi mengapa orang humoris sulit disantet dihubungkan dengan mekanisme pertahanan.

Mekanisme pertahanan adalah mekanisme seseorang dalam menghadapi bahaya termasuk stres agar tidak agar tidak jatuh dalam kondisi gangguan mental emosional yang lebih berat.

Ternyata humor merupakan salah satu mekanisme pertahanan orang yang matang kepribadiannya.

Humor tidak identik dengan melucu atau melawak, tetapi lebih kepada cara berpikir. Mereka yang humoris biasanya sosok yang positive thinking, tidak mudah tersinggung dan biasanya memiliki lingkaran pertemanan sebagai dukungan sosial ketika membutuhkan.

Ia bisa melihat sisi yang menghibur dan menyenangkan di balik semua masalah yang ada. Jadi wajar kalau ia sulit disantet karena pikirannya tidak kosong dan ada dukungan sosial di kala duka.

Dalam situasi sekarang ini banyak dari kita mulai kehilangan selera humor, yang muncul justru mekanisme pertahanan yang tidak matang antara lain displacement dan intelektualisasi.

Displacement adalah mekanisme mempertahanan dengan cara memindahkan emosi atau kemarahan pada orang lain. Intelektualisasi adalah mekanisme pertahanan dengan mencari-cari alasan logis untuk membenarkan kesalahannya.

Cobalah lihat orang-orang di sekeliling kita, betapa banyak yang saling menyalahkan atas merebaknya Corona dan mencoba beradu argumen untuk memenuhi ambisi aktualisasinya. Sementara musuh kita di depan mata, para tenaga medis merana kurang alat perlindungan diri (APD).

“Ini bukan saatnya saling menyalahkan dan berdebat man!“ Kata anak milenial.

Ayo lakukan apa pun yang kita bisa.

Yuk, jangan hanyut dalam drama yang tak berujung. Cemas boleh, sedih boleh tapi kita harus membuat batas waktu untuk diri sendiri mau sampai kapan terus begini. Ingat cemas, sedih dan stres melamahkan daya tahan tubuh kita. Tubuh kita punya tentara yang namanya antibodi yang bisa melawan virus. Kekuatan tentara itu sangat dipengaruhi pikiran dan perasaan kita. Namun bukan berarti mengabaikan pesan kesehatan dan protokol pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tingkatkan spiritual kita dengan beribadah karena sebuah penelitian menunjukkan orang yang religius memiliki ketahan tubuh yang lebih baik. Apa pun kondisi kita jangan kehilangan selera humor agar hormon endhorpin (yang bikin bahagia) tetap terjaga.

Bukankah Tuhan juga punya selera humor? Kalau nggak percaya, lihat wajahmu di cermin.

Tiba tiba rindu Mukidi….

Oleh: dr. Ida Rochmawati

*Penulis adalah psikiater di RSUD Wonosari dan di PKU Muhammadiyah Wonosari Gunungkidul Yogyakarta.

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on whatsapp
Share on WhatsApp
Share on telegram
Share on Telegram

Leave a comment

Wakaf

10.000 Al-Quran

Persembahkan Pahala Amal Jariyahnya untuk Orang Tua dan Keluarga Tercinta.