Kebaikan BJ Habibie yang Patut Dikenang
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan mantan Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di Jakarta, Indonesia pada 1 Agustus 2015. (Foto: Anadolu Agency)

Suaramuslim.net – Rabu malam, The Habibie Center lewat akun Facebook mengumumkan berita wafatnya mantan Presiden RI BJ Habibie. Ayah dari Ilham dan Thareq Habibie ini menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Situs resmi Nahdlatul Ulama mengucap bela sungkawa bagi beliau. Tak ketinggalan Persyarikatan Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melakukan hal serupa. Saya mendapat kabar bahwa Ponpes Muhammadiyah al-Munawwaroh kota Malang menggelar salat gaib untuk BJ. Habibie pada hari Kamis 12 September 2019.

Semasa hidup hingga wafatnya beliau, saya yakin dalam benak pikiran pembaca, pak Habibie meninggalkan beragam kebaikan. Bisa diketahui melalui buah karyanya dan saat menjadi presiden RI ketiga.

Buah karyanya meliputi 46 hak paten di bidang aeronautika hingga pesawat CN-235. Dalam unggahan akun Instagram otoseken.id (3 Juni 2019), pada 1996, pak Habibie dan BPIS mendesain mobil sedan. Konsep sedan yang mirip Suzuki Esteem ini ditawarkan ke Rover Inggris. Dengan Rover tak menemui kesepakatan. Lalu beralih ke Millard Design Group di Australia. Akan tetapi proyek ini kandas gara-gara negeri ini dihantam krisis moneter.

Baca Juga :  Pancasila Market Economy: Gagasan Ekonomi B.J. Habibie

Krisis moneter menjadi salah satu sebab pak Harto mengundurkan diri. Dilantiklah Pak Habibie sebagai presiden ketiga. Di era kepemimpinannya muncul kemerdekaan pers, dibebaskannya sejumlah tahanan politik (Sri bintang Pamungkas, Budiman Sudjatmiko hingga Xanana Gusmao), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), tidak pernah menaikkan harga bahan bakar dan sukses menyehatkan nilai kurs rupiah.

Tentang kurs Rupiah, Laman CNBC (11 September 2019) menyebut pak Habibie sebagai “Penjinak rupiah.” Dari yang awalnya 16.800 per dolar AS ke level terkuatnya dalam sepanjang sejarah Indonesia, yakni pada 6.550 per dolar AS (28 Juni 1999).

Yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana kecintaan beliau kepada almarhum Hasri Ainun Besari. Sekalipun ditinggal wafat sang istri, pak Habibie mengenangnya dengan menulis sajak dan buku. Seperti pembaca ketahui, buku karangannya laris manis di pasaran dan diangkat ke dalam film “Habibie-Ainun.” Mirip sosok John Wick, bedanya John Wick hanya bisa mengenang istrinya lewat rekaman video di gawainya.

Meski lama menempuh kuliah di Jerman dan jarang terlihat pakai sarung, begini-begini pak Habibie termasuk warga Nahdliyin. Saya tak mengada-ngada kok. Buktinya, Pak Habibie menggelar haul untuk sang istri. Mengutip pewartaaan laman Merdeka.com (22 Mei 2018), acara haul ke-8 Hasri Ainun diisi dengan pembacaan Yasin dan tahlil. Uniknya, Romo Frans Magniz Suseno turut hadir.

Baca Juga :  Perjuangan BJ Habibie Menempuh Pendidikan di Jerman

Pak Habibie terakhir kali berziarah ke makam Ainun pada momen Idulfitri, 5 juni 2019. Kala itu salah satu anaknya Ilham Akbar Habibie dan beberapa cucunya ikut mendampingi. Di makam Ainun, beliau membacakan surah Yasin. Dilanjut dengan menyiram dan menabur bunga. “Maaf suara saya serak. Sedang sakit,” kata Habibie seperti dilansir jawapos.com.

Kebaikan pak Habibie tak terbatas di Indonesia. Begitu pula terasa di Timor Leste. Tak heran negara kecil itu memakai nama Habibie sebagai nama jembatan dan taman. Laman iNews memberitakan, Pemerintah Timor leste menganggap BJ Habibie punya jasa dan kontribusi pada terlaksananya referendum di Timor Leste. Akhir kata, selamat jalan bapak “Penjinak Rupiah” semoga amal kebaikan Anda diganjar pahala oleh Allah SWT.*

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.