Khofifah-Emil saat keluar dari pintu utama masjid Al-Akbar Surabaya, foto: Teguh/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur bersama ribuan warga menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan karena kemarau panjang dan kekeringan yang terjadi di wilayah setempat.

“Ini adalah munajat dan doa masyarakat Jatim memohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang membawa berkah,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai Salat istisqa di Mapolda Jatim di Surabaya, Ahad (6/10).

Gubernur menjelaskan Salat Istisqa merupakan proses yang diajarkan dalam Islam untuk meminta hujan saat dilanda kekeringan, seperti yang terjadi di wilayahnya saat ini.

Kendati demikian, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut belum memastikan ada berapa jumlah daerah di Jatim yang mengalami kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

“Ada beberapa titik daerah di Jatim yang kekeringan dan juga kebakaran hutan,” ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Sementara itu, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan mengatakan, selain salat minta diturunkannya hujan, juga dilakukan doa bersama untuk memohon kepada Allah agar bangsa Indonesia, khususnya Jatim senantiasa diberikan kedamaian.

“Ini menjadi bagian kebersamaan masyarakat, alim ulama, bahkan para siswa dan mahasiswa untuk tetap berkomitmen ‘Jogo Jawa Timur’ untuk Indonesia Maju,” kata Luki.

Jenderal polisi bintang dua itu berharap kegiatan yang dilakukan Forkopimda dan masyarakat Jatim tersebut dapat menjadi contoh daerah lain untuk tetap menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan.

“Mudah-mudahan Indonesia semakin damai dan permasalahan yang ada di sini, di Papua, di tempat yang bergejolak, maupun di Jakarta sebagai pusat pemerintahan bisa selesai. Dan pelaksanaan pelantikan Presiden serta Wakil Presiden terpilih dapat berjalan lancar,” katanya.

Di sisi lain, berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatim, kemarau panjang melanda Jatim hingga November 2019. Pada November mendatang, hujan diprediksi baru akan merata di Jatim dan puncaknya terjadi pada Januari 2020.

Sumber: Antara

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.