Kepolisian Diminta Tidak Berlebihan Merespon Gerakan #2019GantiPresiden
Sejumlah relawan 2019 Ganti Presiden bertemu media di acara peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden (Foto: Suaramuslim.net)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Peneliti yang juga sekaligus Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi meminta aparat kepolisian tidak berlebihan dalam menghadapai gerakan #2019GantiPresiden. Hal ini disampaikan Burhanuddin ketika memaparkan hasil temuan surveinya yang digelar di kantor Indikator Politik Indonesia, di jalan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/9).

“Poin saya aparat kepolisian itu jangan terlalu baperan (merespons gerakan 2019 Ganti Presiden), karena orang yang tahu pun belum tentu setuju, sebagian besar merasa itu kebebasan berekspresi,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Karena menurut Burhanuddin, dalam temuan surveinya yang dilakukan pada 1 sd 6 September 2018, 60 persen publik mengetahui gerakan tersebut. Sementara yang setuju dengan gerakan tersebut berjumlah 36 persen.

“Kami menanyakan thau atau tidak #2019GantiPresiden, yang tahu adalah 60 persen, besar. Jadi dari 10 orang 6 tahu. Dari yang tahu itu kita tanya setuju atau tidak terhadap 2019 Ganti Presiden? Yang setuju 36 persen dan yang tidak setuju 44 persen, yang netral dari yang tau itu 14 persen”, papar Burhanuddin.

Baca Juga :  Catatan Debat Pilpres 2019 Putaran Pertama

Bahkan menurut Burhanuddin publik yang menilai gerakan #2019GantiPresiden sebagai bentuk dari kebebasan berekspresi lebih banyak dibandingkan dengan yang mengatakan gerakan tersebut mencuri start kampanye.

“Tetapi kalau kita tanya dua pendapat apakah hastag itu bagian dari curi start kampanye ataukah bagian dari kebebasan berekspresi? 44 persen mengatakan itu adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan ini datang dari yang setuju atau tidak setuju terhadap agenda 2019 ganti presiden” pungkasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.