Kerja sama dengan SMP Mujahidin Surabaya, Griya Kualita dorong sekolah naik level

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Kemitraan Griya Al Qur’an terus berkembang. Jika sebelumnya lebih banyak hadir melalui program Rumah Al-Qur’an, kini kolaborasi mulai bergerak lebih luas melalui kemitraan kelembagaan, termasuk bersama sekolah dan perguruan tinggi.

Salah satunya terjalin bersama SMP Mujahidin Surabaya. Melalui unit Griya Kualita, kemitraan tidak hanya berfokus pada pembelajaran tahsin dan tahfidz, tetapi juga menyentuh penguatan kompetensi guru serta pengembangan kurikulum Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

“Berangkat dari kemitraan yang awalnya bersifat Rumah Al-Qur’an, kini berkembang menjadi kemitraan secara kelembagaan. Di antaranya dengan sekolah dan kampus, termasuk dalam pengembangan kurikulum dan pendampingan guru Al-Qur’an hingga kepada siswa-siswinya,” jelas Ustadz Aziz Sulthon, Manager Kurikulum dan Kemitraan Griya Al Qur’an.

Berawal dari guru yang menjadi siswa

Bagi SMP Mujahidin, kemitraan dengan Griya Al Qur’an sebenarnya bukan sesuatu yang tiba-tiba.

Kepala SMP Mujahidin, Ustadzah Cicik Mursyidah, bercerita bahwa keinginan untuk membangun kerja sama sudah muncul sejak kepala sekolah sebelumnya.

“Keinginan untuk bermitra sebenarnya sudah muncul sejak kepala sekolah sebelumnya. Kami berjumpa dengan Ustadz Masruri dan kemudian hubungan itu terus berkembang,” tutur Ustadzah Cicik.

Hubungan tersebut semakin kuat ketika sebagian guru SMP Mujahidin ternyata telah lebih dahulu mengenal Griya Al Qur’an sebagai siswa kelas Tahfidz. Bahkan, beberapa di antaranya pernah mengikuti wisuda tahfidz bersama Griya Al Qur’an.

Dari sinilah hubungan yang awalnya bersifat personal kemudian berkembang menjadi kolaborasi kelembagaan. Pada 2025, kemitraan tersebut semakin dikuatkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Bukan sekadar program tahfidz

Visi SMP Mujahidin yang mengusung semangat “Bertakwa dan Berprestasi” membuat pengembangan pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti pada program tahfidz.

Menurut Ustadzah Cicik, sekolah juga ingin memastikan bahwa para guru yang mendampingi siswa memiliki kompetensi yang terus berkembang.

“Bagi kami, tidak cukup hanya menyelenggarakan program tahfidz. SDM asatidz dan asatidzah juga perlu terus ditingkatkan kompetensinya agar relevan dengan kebutuhan pembelajaran,” jelasnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus pendampingan Griya Kualita.

Ustadz Aziz menjelaskan, peningkatan kompetensi guru bukan sekadar membuat guru mampu mengajar. Guru juga perlu terus meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, keterampilan mengajar, serta kemampuan menghadapi dinamika siswa.

“Kita menyiapkan guru agar memiliki kualifikasi sebagai trainer. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga harus terus meningkatkan hafalan, skill, dan kompetensinya,” terang Ustadz Aziz.

Dengan demikian, guru diharapkan bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga role model bagi siswa.

“Untuk membentuk ekosistem yang baik dan berkesinambungan, kita mulai dari guru pengampu yang nantinya menjadi role model. Ketika guru berkembang, harapannya implementasinya juga semakin baik pada siswa, sehingga bacaan dan hafalan mereka ikut meningkat,” tambahnya.

Griya Kualita sebagai penjamin mutu

Di sinilah peran Griya Kualita menjadi semakin strategis. Griya Kualita hadir bukan hanya sebagai penyedia pengajar Al-Qur’an, tetapi sebagai partner pengembangan dan penjamin mutu program pembelajaran Al-Qur’an di lembaga mitra.

Pendampingannya dapat mencakup peningkatan kompetensi guru, implementasi metode tahsin dan tahfidz, hingga pengembangan kurikulum pembelajaran Al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan lembaga.

Metode yang digunakan pun dirancang agar dapat diterapkan pada berbagai kelompok usia. Baik pembelajaran tahsin maupun tahfidz dapat dikembangkan sesuai karakteristik peserta didik dan kebutuhan lembaga.

Bagi SMP Mujahidin, manfaat pendampingan tersebut mulai terasa dalam keseharian guru.

“Yang paling terlihat adalah meningkatnya kepercayaan diri guru ketika menghadapi berbagai situasi di sekolah, termasuk dalam menangani siswa. Pembelajaran juga menjadi lebih efektif karena kami mendapatkan pendampingan dari tim Griya Al Qur’an,” ungkap Ustadzah Cicik.

Lebih dari enam bulan menjalani pembinaan, ia merasakan bahwa Griya Kualita tidak berhenti pada proses mengajar.

“Bagi kami, Griya Al Qur’an hadir bukan hanya memberikan pengajaran. Setelah enam bulan pembinaan, ternyata banyak diskusi dan pendampingan. Mereka menjadi partner dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Kemitraan SMP Mujahidin dan Griya Al Qur’an kembali diperkuat melalui penandatanganan MoU sebagai bentuk keberlanjutan kolaborasi kedua lembaga.

Ustadzah Cicik Mursyidah, selaku Kepala SMP Mujahidin, bersama Ustadz Imam Masruri selaku Head of Griya Kualita menandatangani MoU di Kantor Griya Al Qur’an Surabaya, didampingi perwakilan dari masing-masing lembaga.

Penandatanganan tersebut berlangsung setelah keduanya mengikuti program Bincang Spesial di radio Suara Muslim Surabaya.

Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa pengembangan pendidikan Al-Qur’an membutuhkan lebih dari sekadar program. Dibutuhkan mitra yang mampu mendampingi, mengembangkan, sekaligus menjaga mutunya.

Dan melalui Griya Kualita, Griya Al Qur’an membuka ruang kemitraan bagi sekolah, kampus, maupun lembaga lainnya yang ingin menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Karena membangun generasi Qur’ani bukan pekerjaan satu program. Ia membutuhkan ekosistem, kolaborasi, dan mutu yang terus dijaga.

Program Bincang Spesial selengkapnya juga dapat disimak melalui kanal YouTube SuaramuslimTV.

Pewarta: Achmad Fachrurrosi
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.