Khabib Nurmagomedov

Suaramuslim.net – Pekan ini dunia sedang memperbincangkan pertarungan UFC antara Khabib Nurmagomedov VS Conor McGregor pada Minggu (7/10), dimana Khabib Nurmagomedov berhasil menumbangkan Mcgregor dengan jurus andalannya: Teknik Submission.

Pertarungan yang banyak ditunggu masyarakat di belahan dunia itu seperti bola memantul, pertandingan yang tersaji bukan seperti biasanya di UFC, namun buntut dari pertandingan tersebut membawa serta agama, suku, negara dan keluarga.

Seperti terlihat saat jumpa pers pertama, saat Mcgregor menyuguhi Wiskhy cap Proper No. 12 kepada Khabib, namun Khabib menolak dengan prinsipnya sebagai seorang Muslim. Pada kejadian lain, team McGregor menyebut Khabib sebagai seorang teroris.

Meski diwarnai sikap Khabib yang keluar ring dan dan menendang dari atas Dillon Danis (team Mcgregor), pertarungan tersebut menjadi bukti kemenangan Khabib dalam pertandingannya di UFC, 27-0.

Dilansir dari akun Instagramnya, Khabib memberikan keterangan mengapa dirinya emosional pasca tarung:

“Tentu hal itu bukan seperti yang ayah ajarkan kepadaku, tapi itu masalah kehormatan, dia menghina agama saya, negara saya dan ayah saya”.

Khabib Nurmagomedov terkenal sebagai petarung UFC muslim pertama dari Rusia yang meraih gelar juara bergengsi, sebelum melawan McGregor, saat diwawancarai MC dalam jumpa press kedua dia mengatakan:

Baca Juga :  Khabib Nurmagomedov, Petarung UFC Kunjungi Al-Aqsha

Pertama-tama saya ingin mengatakan Alhamdulillah, Alhamdulillah Tuhan telah memberi saya segalanya. Alhamdulillah. Saya tahu kalian tidak suka ini. Alhamdulillah. Besok malam saya akan menghancurkan jagoan kalian”.

Selain Khabib, tentu kita mengenal pesepakbola muslim yang tahun lalu banyak diperbincangkan dunia karena hebatnya bermain bola dan menjadi pemain terbaik liga Inggris 2017/2018: Mohamed Salah.

Mohamed Salah
Di dunia sepak bola, Mohamed Salah tidaklah asing, dia menjadi pemain terbaik di benua Afrika 2017/2018, dunia tidak pernah melupakan sesaat dia mencetak gol kemudian dengan bangganya bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Meski memiliki segudang prestasi, Salah dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Dia dikenal sebagai sosok yang dermawan dan kerap membantu kampung halamannya di Nagrig, Mesir. Dikutip dari Sun Sport, M. Salah pernah mendanai pembangunan sebuah rumah sakit dan sebuah sekolah di Nagrig.

Kabarnya sekolah itu dikhususkan untuk perempuan. Hal itu dimaksudkan agar perempuan-perempuan setempat bisa mendapatkan akses sekolah dengan mudah. Pasalnya, lebih banyak dari warga setempat keluar kota ketika menempuh pendidikan.

Baca Juga :  Madu Seorang Muslim dari Ibu Kota Dagestan

Kisah dermawan M. Salah tak hanya sampai di situ. Dikutip dari Tribal Football, M. Salah sempat diberi hadiah vila mewah oleh seorang pengusaha berkat jasanya membawa Mesir ke Piala Dunia 2018. Namun, Salah menolak dan malah berharap uang pembelian vila itu diberikan untuk pembangunan kampung di Mesir.

Salah menunjukkan diri sebagai muslim yang taat. Dia tak pernah lupa untuk membaca Al-Quran di sela-sela kesibukannya. Fotonya membawa Al-Quran ketika berpergian maupun hendak latihan sempat viral di linimasa media sosial. Selain itu, M. Salah juga selalu datang ke masjid untuk melaksanakan salat.

Muslim Tanpa Masjid
Banyak mereka dari umat muslim yang memiliki keahlian di berbagai bidang namun tidak meninggalkan agamanya. Mereka memadukan keahlian dan agamanya sebagai sesuatu yang tidak bisa terpisahkan, saling teringat dan menyemangati satu sama lain.

Kuntowijoyo dalam bukunya “Muslim Tanpa Masjid” mengungkapkan bahwa muslim tanpa masjid adalah mereka umat muslim yang bergerak di luar masjid untuk mensyiarkan aktivitasnya, dulu aktivis muslim muda bergerak pada tahun 1998 untuk reformasi, membangkitkan Indonesia dari rezim yang zalim.

Baca Juga :  Madu Seorang Muslim dari Ibu Kota Dagestan

Apa yang menjadi buah pikir Kuntowijoyo menjadi refleksi pada era kekinian. dimana syiar tidak hanya meluluh soal mimbar masjid, mimbar-mimbar lain seperti lapangan hijau, ring UFC, sangatlah strategis sebagai sarana syiar. Bukan berarti syiar didalam masjid tidak perlu, sangat perlu, namun tidak semua harus di dalam masjid untuk syiar agama.

Di pemerintahan, politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan, olahraga, semua adalah syiar, dimana Islam sebagai Way of Life, menjadi penyemangat dan penunjuk jalan bagi kemajuan.

Khabib dan Mohamed Salah adalah dua contoh sederhana yang saat ini digandrungi oleh masyarakat dunia, namun yang tidak terlihat masih jutaan lagi, mereka telah menginspirasi masyarakat sekitarnya. Muslim Tanpa Masjid adalah mereka yang memilih mimbar di arenanya masing masing. anda tertarik?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.