Kisah Nyata: Keluarga Miskin Tak Takut Mati Kelaparan di Gaza

34
  Kisah Nyata: Keluarga Miskin Tak Takut Mati Kelaparan di Gaza
Anak-anak Gaza Palestina. (Sumber: Dokumen pribadi Bang Onim.)

Suaramuslim.net – Salam sapa dari Gaza Palestina, Semoga hari-hari yang kita lalui selalu diberkahi Allah, Amin!

Jum’at mubarak, semoga keberkahan Jum’at Allah limpahkan buat kita dan keluarga kita, Amin!

-Advertisement-

Jum’at 4 Januari 2019 memasuki minggu ketiga musim dingin di Palestina, doa kami untuk Indonesia semoga tetap damai, saling mencintai dan menghargai.

Doa kami dari Palestina, semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan dan panjang umur buat teman-teman para donatur (dermawan) yang telah menyumbangkan sebagian rezeki kepada kami, Ya Allah ya Rabb.

Kisah Nyata Oleh Khatib Jumat Masjid An Nur Gaza

Keluarga miskin tak takut mati kelaparan karena yakin Allah Maha Kaya.

Berikut kisahnya, Minggu lalu, jam 10 pagi saya dikontak oleh sebuah keluarga tinggal di Khan Yunis Gaza Selatan, mereka mengimbau pemuda asing (saya) untuk bertamu ke rumah mereka.

Sang pemuda memenuhi permintaan mereka, tibalah pemuda asing di rumah keluarga tersebut. Saat memasuki rumah, terlihat 5 anak sedang duduk di sudut gubuk, anak tertua usia 5 tahun, suaminya terbaring sakit keras di atas tempat tidur beralas tikar, istrinya sedang hamil tua. Istrinya bercerita.

Baca Juga :  Tak Ada Wilayah Palestina di Google Maps, Mengapa?

Suami saya sakit jalan 1 tahun dan tak mampu beli obat atau berobat, terakhir diperiksa dokter bahwa suami saya mengalami sakit kanker dan harus dioperasi, dia menghabiskan harinya di atas tempat tidur, tak kuat mencari nafkah.

Anak kami sering menangis karena kekurangan makanan, kami tidak kelaparan dan tidak takut mati kelaparan karena yakin Allah Maha Kaya. Saya sedang hamil dan anak-anak kondisi seperti itu sedikit pun tidak berniat keluar untuk meminta-minta.

Mendengar hidup pilu dan sengsara, pemuda asing itu menyerahkan bantuan uang tunai tak seberapa sesuai kemampuan untuk kebutuhan makan mereka, biaya berobat dan biaya persalinan sang ibu.

Saat menyerahkan uang dalam amplop, pemuda asing mengatakan kepada ibu dan suaminya yang terbaring sakit: “Uang ini tak seberapa, ini untuk kalian, berdoalah kepada Allah untuk kesembuhan suami, dan kelancaran proses melahirkan.”

Saat berada di dalam gubuk, pemuda asing berdoa: “Berkahilah hamba-Mu di luar sana yang telah peduli nasib hamba-Mu di Gaza Palestina, mereka dilanda nestapa dengan kesusahan akibat penjajahan dan blokade Yahudi.”

Baca Juga :  Rasha Abu Safieh: Perempuan Luar Biasa dari Gaza

Uang tak seberapa itu, digunakan untuk proses operasi, proses melahirkan dan kebutuhan makanan di rumah.

Di rumah sakit, saat proses operasi si suami berdoa dan meminta kepada dokter untuk mendoakannya. Alhamdulillah proses operasi berhasil dan berjalan lancar.

Isterinya di rumah merasa sakit di bagian perut pertanda akan melahirkan, dengan uang tadi, ia naik angkutan ke rumah sakit di Shifa Gaza City. Tibanya di sana, ia harus dioperasi karena sudah lewat jadwal melahirkan dan hasil pemeriksaan bahwa sang bayi dalam kondisi lemah, demikian juga ibu.

Dengan uang tadi pula dia gunakan untuk proses operasi (Caesaria/Sesar), sebelum proses operasi dia berdoa dan meminta dokter untuk mendoakannya.

Proses operasi selesai, sang ibu mengalami koma sedang bayi dalam kondisi lemah dan panas tinggi, keduanya dilarikan ke ruang intensif.

Jelang beberapa jam kemudian hasil pemeriksaan dokter, Alhamdulillah ibunya sadar, sang bayi mulai bernafas normal, suhu badan mulai turun.

Kuasa Allah, dengan uang pemberian tadi, suaminya berhasil dioperasi, anak-anak di rumah memperoleh makanan, selimut hangat, istrinya berhasil dioperasi dan sang bayi pun selamat.

Baca Juga :  Aksi "Great Return March" Jumat ke-28, 2 Orang Syahid

Saat mendengar berita itu, sang pemuda asing sujud syukur, berdoa dan tak lupa mendoakan para dermawan tak henti-hentinya membantu suadara mereka di Palestina.

Saudara ku!
Kita bantu mereka yang membutuhkan maka pasti kita terbantu. Menyebar kasih sayang pasti kita disayang, mendoakan maka pasti kita didoakan, membantu mereka ditimpa musibah dan persoalan hidup maka pasti kita terbebas dari permasalahan yang kita hadapi, qadarullah atas kehendak Allah.

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma” (Muttafaq ‘Alaih).

Kisah nyata ditulis di Gaza Palestina, 4 Januari 2019 oleh Abdillah Onim.

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.