Krisis Rohingya: Inggris Sediakan Dana 87 Juta Pounsterling untuk Pengungsi di Cox's Bazar
Kondisi Masjid di Camp Pengusian Rohingya di Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh (Foto: SMNET/Amin Sudarsono)

LONDON (Suaramuslim.net) – Pemerintah Inggris telah mengumumkan pendanaan sekitar 87 juta Poundsterling atau 108,5 juta dolar Amerika untuk pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar.

Komisaris Tinggi Inggris untuk Bangladesh Robert Chatterton Dickson dan kepala Departemen Pembangunan Internasional (DFID) di Bangladesh Judith Herbertson mengumumkan pendanaan baru pada konferensi pers, Ahad (22/9) seperti yang dilansir Dhaka Tribune.

Dengan dana tambahan, kontribusi Inggris untuk mempertahankan operasi Rohingya naik menjadi hampir $282 juta sejak Agustus 2017.

Dana tersebut akan membantu menyediakan makanan, perawatan kesehatan, air, sanitasi, perawatan dan konseling bagi para penyintas kekerasan seksual, dan perlindungan bagi kelompok rentan.

Lebih dari $25 juta disediakan guna mendukung pengembangan di distrik Cox’s Bazar untuk mengurangi dampak ekonomi dan lingkungan yang dialami pengungsi Rohingya pada masyarakat setempat.

Siaran pers mengatakan bahwa pemerintah Inggris sedang bekerja untuk memastikan respons internasional menguntungkan seluruh populasi distrik.

“Dana baru akan tersedia di bawah rencana respons bersama (JRP) yang mengajukan banding $920,5 juta,” kata Herbertson dalam menanggapi pertanyaan.

Baca Juga :  Myanmar Hancurkan Perkampungan Rohingya Untuk Bangun Fasilitas Pemerintahan

Menanggapi pertanyaan lain, ia meyakinkan kembali bahwa bantuan kemanusiaan Inggris untuk populasi Rohingya akan terus berlanjut.

“Sulit untuk benar-benar memahami besarnya krisis kemanusiaan yang dihadapi orang-orang Rohingya. Lebih dari 700.000 terpaksa mengungsi dari rumah mereka dalam menghadapi kebrutalan yang mengerikan,” katanya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.