Ilustrasi ruang kelas. Ils:Pixabay.com

Suaramuslim.net – Anak-anak usia prasekolah atau usia 3-6 tahun sangat butuh bersosialisasi dan beraktivitas fisik di luar ruangan. Sayangnya, pandemi ini menahan kita semua untuk melakukannya. Sekolah yang bisa menawarkan hal tersebut pun untuk sementara waktu harus dipindah ke rumah.

Melansir dari laman parenting.co.id, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa saat anak lebih banyak tinggal di dalam rumah dan mengalami peningkatan durasi screen time akibat sekolah dari rumah, sangat penting untuk tetap menjaga kesehatannya.

IDAI menyarankan agar para orang tua tetap membantu si kecil untuk menyeimbangkan aktivitas fisik, screen time, dan waktu tidurnya yang merupakan kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang anak optimal.

1. Aktivitas fisik

IDAI merekomendasikan agar anak-anak memiliki setidaknya 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik, dengan minimal 60 menit di antaranya merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat. Ini tidak harus langsung diplot dalam sekali waktu, melainkan bisa dilakukan kapan pun sepanjang hari. Akan tetapi, ingat untuk tidak memberikan aktivitas fisik menjelang waktu tidur.

2. Screen time

Durasi waktu menatap layar yang direkomendasikan adalah maksimal 60 menit. Di samping itu, batasi juga aktivitas sedentarian di mana anak hanya duduk diam selama maksimal 60 menit. Aktivitas duduk di tempat ini bisa diisi dengan waktu bercerita.

3. Durasi tidur

Anak-anak harus cukup tidur, yakni selama 10-13 jam. Pastikan mereka memiliki pola waktu tidur reguler saat mereka biasa terlelap dan bangun di jam yang sama setiap harinya.
 

4. Makan dengan gizi seimbang

Sudah pasti, badan kita membutuhkan asupan makanan yang bergizi. Bila terkadang kita masih memilih-milih menu makanan, sekarang saatnya untuk menoleransi semua jenis makanan yang bergizi; daging, ikan, sayur, buah, dan lain-lain. Bila keadaan memungkinkan, jaga variasi makanan baik jenisnya, warnanya, maupun cara mengolahnya.

5. Minum air putih yang cukup

Kebanyakan kita baru ingat air setelah merasa haus. Padahal ketika merasa haus, tandanya kita sudah mengalami dehidrasi ringan. Di sisi lain, penting sekali di saat penyakit mewabah seperti sekarang ini kita menjaga hidrasi agar seluruh organ badan dapat berfungsi maksimal.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.