Pemerintah Malaysia Bahas Pembatalan Izin Tinggal Permanen Zakir Naik
Pemerintah Malaysia Bahas Pembatalan Izin Tinggal Permanen Dr. Zakir Naik (Foto: The Sun Daily)

KUALA LUMPUR (Suaramuslim.net) – Ketua Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM), Mohammad Azmi Abdul Hamid mengatakan bahwa tudingan Zakir Naik menjadi pemicu ketegangan SARA di Malaysia tidak berdasar.

“Kami menegaskan bahwa tudingan Zakir Naik telah memunculkan ketegangan SARA di Malaysia adalah tuduhan yang tidak terbukti dan melanggar prinsip keadilan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Suaramuslim.net pada Kamis (15/8).

Ia juga mengaku heran saat Mantan Menteri Rais Yatim dan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq turut menuduh Zakir hanya berdasarkan persepsi. Namun, tidak mau terlebih dahulu mendengar jawaban dari Zakir Naik.

“Kami berharap mereka berdua memberi penjelasan lebih lanjut supaya tidak menimbulkan salah presepsi di kalangan masyarakat,” paparnya.

Di sisi lain, kata Azmi, pihaknya sepakat bahwa ada isu sensitif yang harus dipahami oleh Zakir Naik. Tetapi ia mengimbau kepada semua pihak harus berlaku adil.

Menurutnya, isu Zakir Naik terlalu dibesar-besarkan. Seolah negara ini sudah mau perang saudara. Padahal, umat Islam dan rakyat masih mau bersabar mendengar penjelasan.

Baca Juga :  Al Quran pada Periode Mutaakhirin (Abad 4 – Abad 12 H)

“Kami juga melihat media sosial digunakan untuk memperkeruh situasi sehingga isu semakin liar. Kami berpendapat mereka yang berlebihan menuduh Zakir Naik telah menimbulkan ketegangan SARA sepertinya terpengaruh dengan sikap pemerintah India,” pungkasnya.

Mapim menghimbau isu ini diselesaikan dengan tenang dan damai. Azmi menekankan, perlu ada pertemuan khusus dari pihak terkait untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.

Sebelumnya, dilansir Zakir Naik diberitakan membandingkan kondisi umat Hindu Malaysia dengan umat Islam di India. Menurutnya, umat Hindu di Malaysia memiliki hak 100 kali lebih banyak daripada minoritas Muslim di India. Ia mengatakan umat Hindu di negara itu lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi ketimbang kepada Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.