Masjid di Surabaya Punya Kain Penutup Pintu Kabah, Ini Kisahnya

Masjid di Surabaya Punya Kain Penutup Pintu Kabah, Ini Kisahnya

beberapa pengunjung masjid Al-Hidayah Surabaya berfoto ria di belakang kain penutup Ka'bah, foto: Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Kemegahan dan keunikan masjid di Indonesia akhir-akhir ini menjadi perhatian nasional dan dunia. Setelah viralnya masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang memiliki manajemen masjid luar biasa dan masjid Namira Lamongan yang memiliki gaya khas, kini di Surabaya juga memiliki masjid yang unik dan tidak kalah khas dari keduanya.

Namanya masjid Al-Hidayah. Berlokasi di Darmo Indah Barat 5 nomor 3, Surabaya, masjid ini memiliki keindahan kain penutup Ka’bah atau Kiswah Multazam yang langsung didatangkan dari Mekkah dan pernah digunakan di pintu Ka’bah.

Kiswah Multazam yang berada di Masjid Al Hidayah seluas 3.5 x 7 meter ini pernah dipasang di Kabah pada tahun 2013.

HR Mochammad Djupri Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah mengatakan, kain ini didapatkan langsung dari Salman bin Abdul Aziz Raja Saudi Arabia. Melalui proses panjang, Kiswah Multazam ini berhasil dibawa ke Surabaya dengan mengganti biaya Rp700 juta.

“Saya memberanikan diri atas nama pribadi, takmir, saya bayar dengan uang pribadi,” kata Djupri seperti keterangan yang diterima SMNET pada Senin (4/2/2019).

Ia menyebut dengan datangnya Kiswah Multazam di masjid ini, diharapkan Masjid Al-Hidayah bisa lebih ramai dan banyak orang berkunjung dan beribadah di masjid ini.

“Untuk memakmurkan masjid, kedua ingin para jamaah yang dulunya sepi supaya rame, melihat pintu kabah ini, multazam. Ini selambunya,” katanya.

Kiswah Multazam ini bisa dinikmati mulai hari ini (3/2/2019). Ke depannya, siapa saja bisa berkunjung dan melihat keindahan kain penutup kabah ini. Sebagai penanda dipasangnya Kiswah Multazam di masjid ini, takmir masjid menggelar pengajian akbar dengan mengundang para jamaah dari Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya.

“Jamaah melihat antusias sekali, karena kalau di Namira Lamongan, dia tidak bisa melihat nyata. Karena disana tutup kaca. Di sini bisa dipegang, bisa mencium aromanya,” pungkasnya.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment