Masjid Sebagai Hub Sumber Daya
Remaja membersihkan piring sahur di Masjid Kurir Langit, Barru, Sulsel.

Suaramuslim.net – Ketika kita belajar sirah nabawiyah, kita akan menyadari bahwa Islam bukanlah agama personal, ia adalah agama komunal.

Islam mendorong perbaikan kualitas komunitas. Dorongan memperhatikan fakir miskin dan anak yatim adalah konsep sosial kohesi tingkat tinggi.

Islam mendorong penganut laki-lakinya untuk 5 kali ke masjid. Hanya Islam agama di dunia yang mendorong gathering umatnya 5 kali sehari.

Islam juga menjanjikan banyak keutamaan pada aktivitas kejemaahan. Salat jemaah diganjar 27 kali. Bermajelis diampuni Allah. Saling senyum dan salam gugur dosa. Jadi jelas bahwa Islam ini adalah agama dengan basis kekuatan komunal.

Lalu di manakah energi komunal ini disalurkan, ya di masjid. Masjid menjadi HUB atau penghubung antar sumber daya.

Masjid menghimpun sumber daya manusia: salat berjemaah, fardhu 5 kali sehari, salat Jumat sepekan sekali.

Masjid mengumpulkan aset, baitul maal, zakat-infak-wakaf.

Masjid mengumpulkan kompetensi, setiap individu jemaah berkontribusi pada kerja dakwah sesuai keahliannya. Khalid ibn Walid berperang, Ibnu Abbas mendalami Quran, Umar membangun soliditas umat, Abu Bakar menyemai kebijaksanaan.

Masjid melindungi orang lemah. Menyediakan tempat tinggal bagi muslimin Makkah yang tidak kebagian rumah, jadilah istilah Ahlu Shuffah.

Masjid menjadi pusat pendidikan, pengajaran, taklim, tarbiyah umat.

Itulah fungsi masjid seharusnya. Ia memanajemeni sumber daya umat. Dan di situlah dasar dari kekuatan umat.

Jika masjid berfungsi dengan baik, maka kejayaan umat akan segera terealisasi. Namun jika masjid lemah mengelola sumber daya umat, maka kemenangan hanya angan-angan.*

Rendy Saputra
Risalah Masjid Cahaya

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here